Determinan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pasca Persalinan Pada Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Wilayah Kerja Puskesmas Panti yang terdapat di Kecamatan Panti Kabupaten Jember pada bulan Agustus sampai September 2024. Populasi penelitian ini terdiri dari populasi kasus yaitu ibu postpartum yang menggunakan MKJP pasca persalinan di Puskesmas Panti pada bulan Januari sampai Mei tahun 2024 sebanyak 31 orang dan populasi kontrol yaitu seluruh ibu postpartum yang menggunakan non-MKJP pasca persalinan di Puskesmas Panti pada bulan Januari sampai Mei tahun 2024 sebanyak 224 orang. Sampel kasus dan kontrol pada penelitian ini berjumlah 62 orang yang maisng masing terdiri dari 31 orang. Penentuan sampel kontrol dilakukan dengan metode viii simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Sumber data terdiri dari data primer yang di dapat dari hasil wawancara dan data sekunder yang di dapat dari Puskesmas Panti. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat (frekuensi) dan analisis bivariat (chi square). Hasil penelitian menyatakan bahwa diantara predisposing factors, hanya variabel pendapatan yang memiliki hubungan dengan penggunaan MKJP pasca persalinan dengan nilai p-value sebesar 0,013 dimana Sig < 0,05. Pendapatan kurang dari UMK memiliki nilai OR sebesar 0,234. Pada enabling factors, variabel kunjungan ANC dan kunjungan nifas memiliki hubungan dengan penggunaan MKJP pasca persalinan dengan nilai p-value sebesar < 0,05. Kepatuhan kunjungan ANC dan kunjungan nifas memiliki nilai OR sebesar 14,950. Pada reinforcing factors, variabel dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan memiliki hubungan dengan penggunaan MKJP pasca persalinan dengan nilai p value sebesar 0,000 dimana Sig < 0,05. Tingginya dukungan suami memiliki nilai OR sebesar 12,711 dan tingginya dukungan tenaga kesehatan memiliki nilai OR sebesar 24,706. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pendapatan pada predisposing factors berhubungan dengan penggunaan KBPP MKJP dengan kecenderungan menggunakan KBPP MKJP sebesar 0,234 kali lipat. Kunjungan ANC dan kunjungan nifas pada enabling factors berhubungan dengan penggunaan KBPP MKJP dengan kecenderungan menggunakan KBPP MKJP sebesar 14,950. Dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan pada reinforcing factors berhubungan dengan penggunaan KBPP MKJP dengan kecenderungan menggunakan KBPP MKJP sebesar 14,950 kali lipat pada dukungan suami dan 24,706 kali lipat pada dukungan tenaga kesehatan. Saran pada penelitian ini yaitu agar penggunaan MKJP meningkat maka Dinas Kesehatan harus lebih personal dalam pendekatannya, puskesmas harus memberikan layanan yang lebih komprehensif dan mudah diakses, serta peneliti harus melakukan penelitian yang lebih mendalam

Description

Reaploud Repository February 2026_Hasyim

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By