Knock-Knock Jokes Tweets on Base Account’s Comment Section: A Pragmatic Study

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Dalam menciptakan sebuah humor, orang-orang melakukan pelanggaran maksim untuk membuatnya menjadi humor yang sukses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena pelanggaran maksim dalam cuitan Knock-Knock Jokes dari bagian kolom komentar akun base @englishfess_ di X dan kontribusi konteks kultural dalam menciptakan efek humor pada cuitan Knock-Knock Jokes tersebut. Penelitian ini menggunakan teori humor semantik berbasis skrip (SSTH) oleh Viktor Raskin untuk menganalisis tipe humor yang digunakan pada data dan Teori Prinsip Kerjasama dan pelanggaran maksim oleh H.P. Grice untuk menganalisis pelanggaran maksim dalam penciptaan humor dalam cuitan Knock-Knock Jokes, serta teori konteks kultural. Menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mengambil 20 data dalam bentuk foto cuitan pengguna X di bagian kolom komentar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua data menggunakan tipe humor inkongruitas untuk menciptakan humor pada cuitan Knock-Knock Jokes. Sedangkan, jenis-jenis maksim yang dilanggar pada lelucon ini adalah maksim relevansi (70 %), maksim cara (20 %) dan maksim ganda, yakni maksim kuantitas dan cara (10 %). Maksim relevansi menjadi maksim yang paling banyak dilanggar karena sebagian besar humor pada cuitan Knock-Knock Jokes berasal dari inkongruitas atau irelevansi dari percakapan lelucon tersebut.

Description

Reupload file Repository 7 April 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By