Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Etnosains Budidaya Bawang Merah Masyarakat Nganjuk Untuk Megoptimalkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Pengembangan modul pembelajaran berbasis etnosains budidaya bawang merah masyarakat Nganjuk langsung mengusung kearifan lokal di daerah tempat tinggal siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa karena materi yang disajikan langsung memuat budaya mereka. Pengenalan budaya lokal dan juga potensi yang ada pada suatu daerah bisa menjadi salah satu alternatif pembelajaran untuk menguatkan pengetahuan siswa. Pembelajaran terintegrasi berbasis etnosains ini memungkinkan peserta didik untuk lebih memahami budaya lokal dan bisa belajar sambil melakukan hal baru untuk menambah wawasan pengetahuan yang dimiliki khususnya di daerah Nganjuk. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu (1) bagaimana proses pengembangan modul pembelajaran berbasis etnosains budidaya bawang merah masyarakat Nganjuk untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa kelas IV SD yang valid, efektif dan praktis? dan (2) bagaimana proses validitas, efektivitas, dan kepraktisan hasil pengembangan modul berbasis etnosains? Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Borg and Gall. Penelitian ini terdiri dari 10 tahapan, tetapi dilakukan sampai 8 tahapan saja karena sudah menjawab rumusan masalah yang telah dipaparkan. Penelitian ini dilakukan di SDN Ploso 2 Nganjuk. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, angket, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Instrument pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, angket, lembar validasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian pengembangan modul pembelajaran berbasis etnosains budidaya bawang merah masyarakat Nganjuk telah memenuhi tiga kriteria yaitu: (1) kevalidan, berdasarkan hasil analisis dan validasi dari empat validator yaitu validasi desain produk diperoleh skor 91, validasi bahasa diperoleh skor 80, validasi materi diperoleh skor 95, dan validator praktisi diperoleh skor 79. Keempat skor validasi tersebut dapat dikategorikan sangat layak untuk digunakan; (2) keefektifan, berdasarkan hasil dari uji Independent Sample t-test dengan nilai thitung sebesar 6.133 lebih besar dari ttabel sebesar 1.677 dengan tingkat signifikasi 0,05. Skor efektivitas relatif sebesar 64,5% dengan kategori efektifitas tinggi; (3) kepraktisan, berdasarkan hasil uji coba yang diperoleh dari hasil analisis angket respon peserta didik yang menunjukkan skor 96% dengan kategori sangat praktis. Saran yang bisa diberikan pada peserta didik, penelitian ini diharapkan memahami materi perkembangbiakan tumbuhan dengan modul pembelajaran yang langsung mengusung budaya lokal di daerah siswa, sehingga siswa dapat bersemangat dan tidak bosan saat melakukan kegiatan pembelajaran IPAS. Bagi guru, penelitian ini dapat dijadikan salah satu variasi modul pembelajaran dan referensi saat mengajar agar kegiatan belajar mengajar di kelas menjadi tidak membosankan bagi siswa. Bagi sekolah, adanya penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk lebih meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar khususnya pada bidang IPAS. Bagi peneliti, adanya penelitian ini dapat digunakan untuk bekal terjun ke dunia pendidikan pada masa yang akan datang.

Description

Reuploud file repositori 3 Feb 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By