Implementasi Terapi Shaker Exercise pada Pasien Stroke dengan Masalah Keperawatan Gangguan Menelan di RSUD dr. Haryoto Lumajang
| dc.contributor.author | Raffly Ammar Fachrezi | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T07:58:20Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-21 | |
| dc.description | Validasi file repositori 09 Juli 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan yang dapat menimbulkan gangguan neurologis, termasuk gangguan menelan (disfagia). Disfagia pada pasien stroke terjadi akibat kerusakan pusat pengaturan menelan di otak yang menyebabkan gangguan koordinasi saraf kranial dan otot menelan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko aspirasi, malnutrisi, dehidrasi, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan menelan yaitu terapi Shaker Exercise. Tujuan tugas akhir ini yaitu menggambarkan implementasi terapi Shaker Exercise pada pasien stroke dengan gangguan menelan di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Laporan tugas akhir ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini yaitu Tn. A yang dirawat di Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto Lumajang dengan diagnosis stroke, usia 33 tahun, compos mentis, memenuhi 80% kriteria mayor gangguan menelan apabila tidak terpasang NGT, bersedia menjadi partisipan, serta memiliki skor GUSS 5 pada tes menelan tidak langsung. Intervensi yang diberikan yaitu terapi Shaker Exercise selama 6 hari berturut turut dengan frekuensi 2 kali sehari selama 10–15 menit. Hasil implementasi selama 6 hari menunjukkan adanya perbaikan kemampuan menelan. Tujuan keperawatan juga tercapai dengan status menelan membaik dengan kriteria hasil reflek menelan meningkat, usaha menelan meningkat, frekuensi tersedak menurun, batuk setelah makan dan minum menurun, makanan tidak lagi tertinggal di rongga mulut, kemampuan mengunyah cukup meningkat, serta pembentukan bolus cukup meningkat. Berdasarkan hasil tersebut, terapi Shaker Exercise efektif mengatasi gangguan menelan pasien stroke khususnya fase faringeal, akan tetapi pada fase oral perlu adanya terapi tambahan berupa terapi mengunyah untuk perbaikan fungsi oral yang maksimal . | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Mashuri, S.Kep., Ners, M.Kep. Dosen Pembimbing Anggota : Musviro, S.Kep., Ners, M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10876 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | stroke | |
| dc.subject | disfagia | |
| dc.subject | Shaker Exercise | |
| dc.subject | gangguan menelan | |
| dc.title | Implementasi Terapi Shaker Exercise pada Pasien Stroke dengan Masalah Keperawatan Gangguan Menelan di RSUD dr. Haryoto Lumajang | |
| dc.type | Other |
