Pengaruh Model Pembelajaran 6E Berbasis STEM terhadap Keterampilan Problem Solving dan Kolaborasi Siswa Sekolah Menengah Atas Pada Materi Pencemaran Air
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pada abad ke-21, Kurikulum Merdeka menekankan penguatan kompetensi
siswa pada keterampilan problem solving dan kolaborasi. Keterampilan problem
solving memungkinkan siswa berpikir dan berinteraksi aktif dalam menyelesaikan
masalah berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Sementara itu, keterampilan
kolaborasi melibatkan interaksi antara dua atau lebih siswa untuk berbagi tanggung
jawab dan mencapai pemahaman bersama mengenai masalah dan solusinya.
Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dinilai
efektif dalam memaksimalkan pengembangan kedua keterampilan tersebut. Salah
satu model pembelajaran yang penting dalam pendekatan STEM adalah model
pembelajaran 6E , yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan problem
solving dan kolaborasi siswa. Materi perubahan lingkungan, khususnya
pencemaran air, merupakan topik yang relevan dalam kehidupan sehari-hari dan
seringkali menantang bagi siswa karena memerlukan pemahaman interdisipliner
antara fisika dan biologi. Mengingat masih terbatasnya kajian mengenai pengaruh
model pembelajaran 6E berbasis STEM terhadap keterampilan problem solving dan
kolaborasi siswa SMA pada materi pencemaran air, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh model tersebut dalam konteks pembelajaran ini.
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi
experimental) menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tempat
yang dipilih adalah SMA Pakusari Jember, Jalan PB. Sudirman No.120, Sumber
Suko, Pakusari, Kec. Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68181. Waktu
Penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2024/2025. Populasi
pada penelitian ini yaitu populasi pada siswa kelas kelas X MIPA Tahun Pelajaran
2024/2025. Sampel pada penelitian ini yaitu 2 kelas dimana kelas X1 akan dijadikan
sebagai kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional dan kelas X8 dijadikan sebagai kelas eksperimen dengan model pembelajaran 6E berbasis STEM
edu. Pemilihan kelas didasarkan pada normalitas dan homogenitas analisis data
nilai ujian sebelumnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi.
Hasil penelitian dianalisis menggunakan program SPPSS statistic 24. Uji
Ancova pada keterampilan problem solving menunjukkan bahwa hasil signifikansi
sebesar 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian data tersebut
menandakan H0 ditolak dan H1 diterima karena memiliki nilai <0,05. Adanya
penolakan H0 dan penerimaan H1 menandakan bila ditemukan pengaruh perlakuan
yang diberikan kepada siswa. Sementara untuk keterampilan kolaborasi siswa
didapatkan hasil signifikansi sebesar 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05.
Dengan demikian data tersebut menandakan H0 ditolak dan H1 diterima karena
memiliki nilai <0,05. Adanya penolakan H0 dan penerimaan H1 menandakan bila
ditemukan pengaruh perlakuan yang diberikan kepada siswa, berupa model
pembelajaran 6E berbasis STEM terhadap keterampilan problem solving dan
kolaborasi siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh model
pembelajaran 6E berbasis STEM pada materi pencemmaran air terhadap
keterampilanَ problemَ solvingَ siswaَ (Fَ =َ 32.978.,َ αَ 0,0001).َ (2)َ terdapatَ pengaruhَ
model pembelajaran 6E berbasis STEM pada materi pencemmaran air terhadap
keterampilanَ kolaborasiَ siswaَ(Fَ =َ 15.014.,َ αَ 0,0001).
Description
Reupload file repository 20 Februari 2026_Ratna
