Efektivitas Pasta Gigi dengan Kandungan Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) dalam Memodulasi Adhesi Streptococcus mutans pada Monosit

dc.contributor.authorAnindya Farida Ayu Afiffah
dc.date.accessioned2026-02-25T02:00:11Z
dc.date.issued2025-01-13
dc.descriptionEntry oleh Arif 2026 Februari 25
dc.description.abstractS. mutans memiliki kemampuan untuk menginvasi pembuluh darah dan mampu memicu respons imun yang diperankan oleh monosit. Monosit merupakan salah satu sistem imun yang berperan penting dalam sistem inflamasi dan pertahanan tubuh. Respons dari monosit diawali dengan adhesi atau perlekatan S. mutans pada permukaan monosit. Adhesi S. mutans pada monosit yang berlebihan dapat menyebabkan inflamasi berkepanjangan dan kerusakan jaringan sehingga adhesi harus dimodulasi. Adhesi S. mutans pada monosit dapat dimodulasi dengan senyawa aktif yang terkandung pada pasta gigi ekstrak biji kopi robusta (EBKR). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pasta gigi EBKR konsentrasi 0,78%; 1,56%; 3,12%; dan 6,25% dalam memodulasi dengan cara menghambat adhesi S. mutans pada monosit. Jenis penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris – in vitro dengan post-test only control group design. Penelitian ini dilakukan pada lima kelompok perlakuan: kelompok kontrol (pasta plasebo), kelompok P1 (pasta gigi EBKR 0,78%), kelompok P2 (pasta gigi EBKR 1,56%), kelompok P3 (pasta gigi EBKR 3,12%), dan kelompok P4 (pasta gigi EBKR 6,25%). Isolat monosit yang telah didapatkan dari subyek penelitian yang memenuhi kriteria diinkubasi dengan pasta gigi EBKR selama 2,5 jam, kemudian dilanjutkan dengan paparan S. mutans selama 4 jam. Indeks adhesi dapat ditentukan dengan menghitung jumlah rata-rata S. mutans yang melekat pada 100 monosit. Hasil uji normalitas menggunakan uji Shapiro-wilk menunjukkan nilai P>0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Selanjutnya, uji homogenitas menggunakan uji Levene didapatkan nilai P>0,05 yang menunjukkan bahwa data bersifat homogen. Uji one-way anova menunjukkan hasil P<0,05 berarti terdapat perbedaan signifikan seluruh kelompok. Hasil uji post hoc LSD menunjukkan nilai p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok.Berdasarkan hasil uji statistik tersebut didapatkan bahwa pasta gigi EBKR pada semua konsentrasi mempunyai indeks adhesi yang lebih kecil dibandingkan kontrol, artinya pasta gigi EBKR mampu menghambat adhesi S. mutans pada monosit. Konsentrasi yang mempunyai kemampuan menghambat paling besar adalah 6,25% karena indeks adhesinya paling kecil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasta gigi EBKR konsentrasi 0,78%; 1,56%; 3,12%; dan 6,25% mampu memodulasi dengan cara menghambat adhesi S. mutans pada monosit dengan konsentrasi paling efektif adalah 6,25%.
dc.description.sponsorshipDPU : drg. Peni Pujiastuti, M.Kes DPA : drg. Depi Praharani, M.Kes
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4401
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran Gigi
dc.subjectAdhesi Streptococcus mutans
dc.subjectBiji Kopi Robusta
dc.subjectMonosit
dc.titleEfektivitas Pasta Gigi dengan Kandungan Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) dalam Memodulasi Adhesi Streptococcus mutans pada Monosit
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ANINDYA FARIDA AYU AFIFFAH - 211610101042.pdf
Size:
4.3 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: