Klasifikasi Kekurangan Nutrisi Daun Kopi Dengan Penggabungan Fitur Googlenet- Resnet
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas ilmu komputer
Abstract
Jutaan petani Indonesia menggantungkan hidupnya pada tanaman kopi,
menjadikannya sebagai salah satu komoditas paling berharga di Indonesia. Namun,
kekurangan nutrisi pada daun tanaman dapat mengakibatkan penurunan hasil dan
kualitas kopi. Sangat penting untuk mengidentifikasi kelemahan ini sejak dini
untuk menjaga kesehatan tanaman dan menghindari kerugian produksi. Sayangnya,
teknik identifikasi manual masih membutuhkan pengetahuan khusus, bersifat
subjektif, dan memakan banyak waktu. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem berbasis
teknologi otomatis yang dapat dengan cepat dan tepat mengidentifikasi berbagai
jenis kekurangan nutrisi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan deep learning untuk
membuat model klasifikasi otonom yang dapat mengidentifikasi kekurangan nutrisi
pada daun kopi. Untuk meningkatkan representasi visual dari foto daun kopi,
model yang disarankan menggabungkan karakteristik dari dua arsitektur
Convolutional Neural Network (CNN) yang populer yaitu GoogleNet dan ResNet.
1.006 foto daun kopi Arabika dalam sepuluh situasi nutrisi yang berbeda
membentuk kumpulan data CoLeaf. Penggunaan pipeline persiapan menyeluruh
terdiri dari segmentasi objek daun dari latar belakang, pengurangan noise
(denoising), penskalaan gambar, dan augmentasi data untuk meningkatkan varians
data. Pendekatan penggabungan fitur digunakan untuk menggabungkan fitur yang
diambil dari ResNet dan GoogLeNet. Sejumlah metode, termasuk model
pembelajaran mendalam, Multi-Layer Perceptron (MLP), Support Vector Machine
(SVM), K-Nearest Neighbor (KNN), Random Forest, Decision Tree, dan teknik
pembelajaran ensemble, kemudian digunakan untuk mengklasifikasikan data
gabungan ini.
Berdasarkan data percobaan, model deep learning berbasis CNN
mengungguli teknik machine learning konvensional dan memperoleh akurasi
terbesar yaitu 89.51%. Uji coba juga menunjukkan bahwa parameter model dan
ukuran gambar memiliki dampak besar pada waktu pelatihan dan akurasi
klasifikasi.
Model fitur gabungan meningkatkan kinerja klasifikasi dengan
menangkap lebih banyak informasi visual.
Kesimpulannya, metode penggabungan fitur GoogLeNet dan ResNet untuk
mengkategorikan kekurangan nutrisi daun kopi bekerja dengan baik dan
menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pengembangan teknologi pertanian presisi,
yang dapat membantu petani membuat keputusan pemupukan yang lebih tepat dan
efektif, sangat terbantu oleh penelitian ini. Di masa depan, model ini dapat
digunakan dalam sistem pemantauan tanaman secara otomatis dan berkelanjutan
Description
Reupload file repository 2 februari 2026_agus/feren
