Pengaruh Konsentrasi NaCl dan Konsentrasi Pupuk Silika (Si) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Varietas Vima 4
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kacang hijau merupakan tanaman yang tergolong dalam famili kacang kacangan yang mempunyai kandungan zat gizi yaitu Kalori sebesar 345 kal, Protein sebesar 22 g, Lemak sebesar 1,20 g, Karbohidrat sebesar 62,90 g, Kalsium sebesar 125 mg, Fosfor sebesar 320 mg, Vitamin A sebesar 157 SI, Vitamin B1 sebesar 0,64 mg, Vitamin C1 sebesar 6 mg dan Air sebesar 10 g (Dirga dkk., 2019). Produktivitas kacang hijau di Indonesia dari tahun 2020-2022 tergolong rendah yaitu dengan rata-rata sebesar 1,096 ton/ha dengan luas tanam sebesar 170,776 ha, luas panen sebesar 159,526 ha dan produksi sebesar 184,408 ton (DJTP Kementrian Pertanian, 2022). Faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas kacang hijau di Indonesia adalah permasalahan lahan yang dipengaruhi oleh sebagian lahan pertanian di Indonesia telah beralih fungsi. Sehingga dapat dilakukan pemanfaatan lahan marginal salah satunya adalah lahan salin untuk meningkatkan produktivitas tanaman kacang hijau (Ashari dkk., 2020). Salinitas menjadi salah satu faktor pembatas yang mampu menyebabkan menurunnya pertumbuhan dan produktivitas tanaman, serta pada konsentrasi tertentu dapat mengakibatkan kematian tanaman (Puspitasari dkk., 2017). Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan pengaruh cekaman salinitas diantaranya adalah penggunaan pupuk silika. Silika berperan mengurangi penyerapan ion natrium (Na+) oleh akar dan menghambat transportasi Na+ ke daun, sehingga dapat mencegah kerusakan tanaman yang diakibatkan oleh cekaman salinitas (Prasetyo dkk., 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi NaCl dan konsentrasi pupuk silika terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilakukan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok). Faktor dalam penelitian ini ada 2 yaitu faktor konsentrasi pupuk silika dan faktor konsentrasi NaCl. Terdapat 16 kombinasi perlakuan dan di ulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Parameter pertumbuhan dan hasil tanaman yang diamati antara lain yaitu tinggi tanaman, indeks klorofil daun, kerapatan stomata, berat segar akar, berat segar tajuk, berat segar total, berat kering akar, berat kering tajuk. berat kering total, jumlah polong pertanaman, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji, dan potensi produksi. Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Perlakuan yang berbeda nyata selanjutnya akan diuji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan atau Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf α 5%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Interaksi perlakuan konsentrasi NaCl dan konsentrasi pupuk silika memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap jumlah polong pertanaman, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji, dan potensi produksi. Konsentrasi NaCl 0 ppm dan konsentrasi pupuk silika 150 ppm memberikan hasil terbaik terhadap variabel jumlah polong pertanaman yaitu 64 polong, bobot biji pertanaman yaitu 22,23 gram, bobot 100 biji yaitu 11,18 gram dan potensi produksi yaitu 2,779 ton/ha. Konsentrasi NaCl 0 ppm memberikan pengaruh yang berbeda nyata hingga sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman, indeks klorofil daun, kerapatan stomata, berat segar akar, berat segar tajuk, berat segar total, berat kering akar, berat kering tajuk, dan berat kering total. Konsentrasi pupuk silika 150 ppm memberikan pengaruh berbeda nyata hingga berbeda sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman, indeks klorofil daun, kerapatan stomata, berat segar akar, berat segar tajuk, berat segar total, berat kering akar dan berat kering tajuk. Konsentrasi pupuk silika 100 ppm memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap berat kering total.
Description
Reupload File Repository_Yudi
Validasi file repositori 3 Juni 2026_Dea_Firli
