Analisis Konvergensi Ekonomi Wilayah di Indonesia dengan Pendekatan System Dynamics

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konvergensi beta absolut dan konvergensi beta kondisional antarwilayah di Indonesia, menganalisis pengaruh investasi, infrastruktur listrik, dan kualitas pembangunan manusia terhadap konvergensi ekonomi wilayah, serta menyusun skenario kebijakan yang mendukung pembangunan ekonomi hingga tahun 2045. Penelitian menggunakan data panel 33 provinsi di Indonesia selama periode 2010–2025. Analisis dilakukan dengan metode System Generalized Method of Moments (Sys-GMM) untuk menguji konvergensi ekonomi dan System Dynamics untuk menyusun proyeksi skenario kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi konvergensi beta absolut maupun konvergensi beta kondisional. Koefisien beta yang bernilai positif mengindikasikan terjadinya divergensi, di mana wilayah dengan tingkat pendapatan awal yang lebih tinggi cenderung tumbuh lebih cepat dibandingkan wilayah berpendapatan rendah sehingga proses catching-up belum terjadi. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh kecepatan penyesuaian sebesar 6,95% per tahun dengan half-life sekitar 9,97 tahun, yang menunjukkan bahwa penyesuaian kesenjangan pendapatan antarwilayah berlangsung relatif lambat. Hasil estimasi juga menunjukkan bahwa investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, infrastruktur listrik berpengaruh positif namun tidak signifikan, sedangkan kualitas pembangunan manusia berpengaruh negatif dan signifikan. Simulasi System Dynamics melalui skenario pesimis, moderat, dan optimistis menunjukkan bahwa seluruh skenario mampu meningkatkan PDB per kapita hingga tahun 2045, dengan capaian tertinggi pada skenario optimistis. Namun demikian, skenario moderat dinilai sebagai alternatif kebijakan yang paling layak diterapkan karena memberikan peningkatan PDB per kapita yang signifikan dengan target yang lebih realistis dan selaras dengan arah pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu diarahkan pada pemerataan investasi, penguatan kualitas pembangunan manusia, dan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan guna mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Description

Finalisasi 27 Juli 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By