Tingkat Kesejahteraan Petani Cabai Rawit di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember: Tinjauan Nilai Tukar Subsisten
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu dari tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Dibuktikan dengan tingginya nilai rata-rata dari tingkat konsumsi masyarakat Indonesia pada tahun 2014-2023 sebesar 1,998 kg per kapita. Provinsi Jawa Timur merupakan daerah produsen cabai rawit tertinggi pada tahun 2020-2024 dengan persentase kontribusi 33,99% terhadap Indonesia. Kabupaten Jember memiliki nilai produksi cabai rawit yang stabil dengan rata-rata produksi 18.041 ton. Sentra produksi cabai rawit di Kabupaten Jember adalah Kecamatan Kalisat dengan persentase kontribusi 23% dan rata-rata produksi 4.131 ton pada tahun 2020-2024. Permasalahan yang dihadapi petani cabai rawit antara lain risiko gagal panen, skala usahatani kecil, dan harga jual yang fluktuatif. Harga jual cabai rawit di tingkat produsen dapat berubah setiap hari. Harga tertinggi cabai rawit pada tingkat produsen mencapai Rp. 97.000/kg di Bulan Maret tahun 2025, sedangkan harga terendah adalah Rp 14.000/kg di Bulan Oktober tahun 2025. Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember memiliki masalah pada tingkat kesejahteraan penduduk. Ukuran yang digunakan adalah kemiskinan yang mencapai 46.953 dari 80.671 orang (58%). Penduduk yang bekerja sebagai petani terdapat 13.634 orang dan menjadi pekerjaan nomor dua paling banyak dilakukan. Petani cabai rawit di Kecamatan Kalisat mengalami masalah kesejahteraan. Kesejahteraan petani dapat diukur dengan pendekatan Nilai Tukar Subsisten (NTS) yang dipengaruhi oleh komponen penerimaan usahatani, pengeluaran konsumsi rumah tangga, dan pengeluaran biaya usahatani. Subsistensi diukur melalui kemampuan rumah tangga petani dalam memenuhi kebutuhan bagi anggota keluarganya. Kesejahteraan petani diukur menggunakan aspek ekonomi karena memiliki parameter pengukuran yang jelas dan akurat. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember dengan enam lokasi desa yang spesifik, yaitu Desa Plalangan, Desa Kalisat, Desa Sumber Kalong, Desa Sukoreno, Desa Glagahwero, dan Desa Ajung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kuantitatif. Metode penentuan sampel menggunakan metode multistage purposeful sampling yang dibagi menjadi dua tahap purposive yaitu menentukan 6 lokasi desa dan menentukan jumlah responden setiap desa sebanyak 5 petani. Jumlah responden yang diperlukan pada penelitian ini adalah 30 petani dengan metode pengambilan contoh menggunakan accidental sampling. Penelitian ini mengukur kesejahteraan menggunakan pendekatan Nilai Tukar Subsisten (NTS) dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi NTS menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani cabai rawit di Kecamatan Kalisat menunjukkan rata-rata NTS sebesar 2,31. Nilai tersebut lebih besar dari 1 sehingga dapat disimpulkan bahwa rumah tangga petani sudah berada pada kondisi yang sejahtera. Kondisi ini dibuktikan dengan nilai dari penerimaan usahatani cabai rawit telah mampu digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga dan biaya usahatani. Faktor-faktor yang mempengaruhi Nilai Tukar Subsisten (NTS) secara signifikan pada taraf kesalahan 10% adalah luas lahan (X3). Variabel luas lahan (X3) dengan koefisien 1,760 yang memiliki makna setiap peningkatan luas lahan sebesar 1 ha akan meningkatkan NTS sebesar 1,760. Variabel lain yang tidak signifikan dalam mempengaruhi NTS adalah jumlah tanggungan (X1) dan usia petani (X2). Variabel jumlah tanggungan (X1) memiliki koefisien – 0,181 yang dapat diinterpretasikan setiap peningkatan jumlah tanggungan sebesar 1 jiwa akan mengurangi NTS sebesar – 0,181. Variabel usia petani (X2) memiliki nilai koefisien 0,006 yang dapat diinterpretasikan setiap peningkatan produktivitas sebesar 1 tahun akan meningkatkan NTS sebesar 0,006.
Description
:: Finalisasi file repositori 25 September 2026_Kurnadi
