Analisis Kandungan Serat dan Daya Terima Muffin Labu Kuning (Cucurbita moschata durch) dengan Penambahan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah yang melebihi nilai normal. DM telah menjadi masalah kesehatan di masyarakat, karena prevalensi dari DM yang terus mengalami peningkatan. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan adanya penatalaksanaan yang tepat untuk mencegah terjadinya peningkatan dan keparahan diabetes melitus. Salah satu penatalaksanaan DM yang dianjurkan oleh Perkeni yaitu mengonsumsi makanan selingan yang memiliki indeks glikemik rendah dan tinggi serat. Penderita DM disarankan untuk mengonsumsi serat sebanyak 25 g/hari. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk membuat produk pangan alternatif tinggi serat bagi penderita DM dengan memanfaatkan labu kuning dan kacang merah dalam pembuatan muffin. Pemilihan muffin sebagai makanan selingan dikarenakan saat ini muffin menjadi salah satu produk yang banyak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia. Pada umumnya muffin yang sering ditemui terbuat dari tepung terigu sehingga memiliki kandungan serat yang rendah. Oleh karena itu, perlu adanya modifikasi penambahan bahan makanan tinggi serat untuk meningkatkan kandungan serat dalam muffin.

Description

februari 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By