Implementasi Batuk Efektif dan ACBT pada Pasien Bronkitis dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang
| dc.contributor.author | Ulin Ni'mah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T08:40:48Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-12 | |
| dc.description | Finalisasi 9 Juli 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Secara global, bronkitis masih menjadi masalah pernapasan pada orang dewasa yang memerlukan penanganan optimal. Kondisi ini menyebabkan peningkatan dan penumpukan sekret di bronkus, yang menimbulkan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif, sehingga diperlukan intervensi keperawatan untuk membantu membersihkan jalan napas. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah batuk efektif dan ACBT. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan implementasi batuk efektif dan ACBT dalam meningkatkan bersihan jalan napas tidak efektif pasien bronkitis di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Laporan tugas akhir ini menggunakain desain studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini yaitu Ny. T yang dirawat di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang dengan bronkitis, usia 74 tahun, mengalami masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif, composmentis bersedia menjadi partisipan, tidak mengalami gangguan kardiovaskuler, pneumothorak dan pasca operasi abdomen serta tidak ketergantungan pada oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny. T memenuhi seluruh tanda mayor bersihan jalan napas tidak efektif, yaitu batuk tidak efektif (partisipan tampak memaksa dahak untuk keluar), produksi sputum berlebih serta adanya ronkhi. Selain itu, ditemukan 2 tanda minor yaitu dyspnea dan frekuensi napas 28x/menit. Intervensi yang diberikan yaitu batuk efektif dan ACBT selama 3 hari dengan frekuensi 1 kali sehari dengan durasi 15-20 menit, 30 menit sebelum pemberian obat. Setelah implementasi, bersihan jalan napas meningkat ditandai dengan batuk efektif meningkat, produksi sputum menurun, suara ronkhi menurun, tidak mengeluh sesak, dan frekuensi napas membaik 20x/menit. Berdasarkan hasil studi kasus ini, implementasi batuk efektif dan ACBT dapat meningkatkan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien bronkitis. Intervensi ini dapat dijadikan masukan untuk perawat dan pasien untuk mengatasi penumpukan sekret di saluran napas secara mandiri. untuk memaksimalkan dahak yang keluar, penulis menyarankan peneliti selanjutnya untuk menambah frekuensi latihan sehingga bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien bronkitis dapat optimal. | |
| dc.description.sponsorship | 1. Ns. Indriana Noor I, S.Kep., M.Kep. 2. Ns. Musviro, S.Kep., M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10899 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | ACBT | |
| dc.subject | Batuk Efektif | |
| dc.subject | Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif | |
| dc.subject | Bronkitis | |
| dc.title | Implementasi Batuk Efektif dan ACBT pada Pasien Bronkitis dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang | |
| dc.type | Other |
