Pemodelan Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif Berbasis Keperawatan Lintas Budaya dalam Mengatasi Stunting di Kabupaten Jember

dc.contributor.authorSiti Marina Wiastuti
dc.date.accessioned2026-02-10T02:19:31Z
dc.date.issued2025-01-24
dc.descriptionReupload file Repositori 10 Februari 2026_Kholif/Keysa
dc.description.abstractStunting merupakan permasalahan kesehatan dunia akibat kekurangan gizi kronis yang berulang, terutama pada ibu hamil dan anak. Di Indonesia, meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan, masih terdapat daerah seperti Kabupaten Jember yang mencatat angka prevalensi tinggi, yaitu 34,9%. Permasalahan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi dan status kesehatan tetapi juga dipengaruhi oleh faktor budaya, seperti kepercayaan, nilai, dan praktik yang memengaruhi penerimaan serta efektivitas intervensi. Penanganan stunting di wilayah multikultural seperti Kabupaten Jember memerlukan pendekatan berbasis keperawatan lintas budaya untuk merancang intervensi yang relevan dan berdaya guna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun pemodelan intervensi gizi spesifik dan sensitif berbasis keperawatan lintas budaya dalam mengatasi stunting di Kabupaten Jember Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur dimensi sosial budaya keperawatan lintas budaya, termasuk akses teknologi, dukungan sosial, nilai budaya, pendidikan, ekonomi, dan politik. Kuesioner ini mencakup pertanyaan mengenai intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta status stunting berdasarkan indikator antropometri (z-score). Responden mengisi kuesioner berbasis skala Likert yang terdiri dari interval nilai untuk mengukur intensitas dan frekuensi faktor-faktor tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling, dengan total 312 responden yang terdiri dari ibu dengan anak stunting di wilayah kerja Puskesmas Kaliwates, Kasiyan Puger, dan Sumberjambe. Data diolah menggunakan SEM-PLS untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel. Hasil uji hipotesis pada model akhir analisis direct effect menunjukkan bahwa teknologi berpengaruh signifikan terhadap intervensi gizi spesifik dengan p value = 0,029 (t = 2,189). Agama dan falsafah hidup berpengaruh signifikan terhadap intervensi gizi sensitif dengan p value = 0,000 (t = 4,176). Sosial dan dukungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap intervensi gizi spesifik dengan p value = 0,000 (t = 6,409). Sosial dan dukungan keluarga juga berpengaruh signifikan terhadap intervensi gizi sensitif dengan p value = 0,000 (t = 6,586). Nilai budaya dan gaya hidup signifikan terhadap intervensi gizi spesifik dengan p value = 0,001 (t = 3,183). Politik dan kebijakan signifikan terhadap intervensi gizi sensitif dengan p value = 0,005 (t = 2,803). Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap intervensi gizi sensitif dengan p value = 0,000 (t = 3,502). Ekonomi signifikan terhadap intervensi gizi sensitif dengan p value = 0,002 (t = 2,993). Faktor ibu signifikan terhadap intervensi gizi sensitif dengan p value = 0,006 (t = 2,742). Faktor anak signifikan terhadap intervensi gizi sensitif dengan p value = 0,003 (t = 2,941). Intervensi gizi spesifik signifikan terhadap stunting dengan p value = 0,000 (t = 3,485). Intervensi gizi sensitif juga signifikan terhadap stunting dengan p value = 0,000 (t = 3,354). Pada indirect effect, agama dan falsafah hidup menunjukkan pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap stunting dengan p value = 0,007 (t = 2,670). Politik dan kebijakan berpengaruh tidak langsung signifikan terhadap stunting dengan p value = 0,042 (t = 2,038). Pendidikan memiliki pengaruh tidak langsung signifikan terhadap stunting dengan p value = 0,023 (t = 2,275). Faktor ibu berpengaruh tidak langsung signifikan terhadap stunting dengan p value = 0,035 (t = 2,106). Hasil analisis dari model akhir pemodelan intervensi gizi spesifik dan sensitif berbasis keperawatan lintas budaya dalam mengatasi stunting di Kabupaten Jember didapatkan hasil kebaharuan yang menggambarkan hubungan antara variabel utama dan sub-variabelnya yang memengaruhi intervensi gizi spesifik dan sensitif serta dampaknya pada stunting. Teknologi sebagai variabel utama memiliki sub-variabel berupa akses teknologi informasi, yang memberikan dampak langsung terhadap intervensi gizi melalui ketersediaan informasi yang relevan. Agama dan falsafah hidup memiliki dua sub-variabel, yaitu cara pandang terhadap intervensi gizi dalam mengatasi stunting dan kepercayaan agama yang berpengaruh pada intervensi gizi, yang masing-masing memengaruhi intervensi gizi secara langsung. Sosial dan dukungan keluarga memiliki sub-variabel dukungan informatif, yang berperan penting dalam memengaruhi intervensi gizi spesifik dan sensitif secara langsung. Nilai budaya dan gaya hidup memiliki sub-variabel berupa kebiasaan yang dilakukan saat pemberian gizi sesuai budaya, yang memiliki dampak langsung pada intervensi gizi spesifik. Politik dan kebijakan melalui sub-variabel kebijakan daerah setempat mengenai intervensi gizi dalam mengatasi stunting memberikan pengaruh langsung terhadap intervensi gizi sensitif. Pendidikan memiliki sub-variabel berupa pengetahuan atau literasi terkait intervensi gizi dalam mengatasi stunting, yang berdampak langsung pada intervensi gizi sensitif. Ekonomi melalui sub-variabel dampak penghasilan terhadap kesehatan juga berpengaruh langsung pada intervensi gizi sensitif. Faktor ibu, dengan sub-variabel riwayat ANC, memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap intervensi gizi sensitif, sementara faktor anak, dengan sub-variabel usia anak, berpengaruh langsung pada intervensi gizi sensitif.
dc.description.sponsorshipDPU : Prof. Ns. Tantut Susanto, S.Kep., M.Kep. Sp.Kep.Kom., PhD DPA : Dr. Iis Rahmawati, S.Kp., M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2477
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectperawatan
dc.subjectlintas budaya
dc.subjectintervensi nutrisi
dc.subjectpertumbuhan terhambat
dc.titlePemodelan Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif Berbasis Keperawatan Lintas Budaya dalam Mengatasi Stunting di Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SITI MARINA WIASTUTI, S.KEP., NS - 222320102018.pdf
Size:
3.71 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description:

Collections