Pengaruh Perilaku Latihan Pernapasan Terstruktur Terhadap Derajat Sesak Napas Pasien PPOK di Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Nurayuning Septiana Megananda | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-22T07:19:02Z | |
| dc.date.issued | 2026-04-16 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Ratna 22 September 2026 | |
| dc.description.abstract | Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kondisi ini ditandai dengan hambatan aliran udara yang bersifat progresif dan tidak sepenuhnya reversibel, sehingga menyebabkan keluhan utama berupa sesak napas, keterbatasan aktivitas, serta penurunan kualitas hidup. Penatalaksanaan PPOK tidak hanya berfokus pada terapi farmakologis, tetapi juga intervensi non-farmakologis seperti rehabilitasi paru. Salah satu bentuk rehabilitasi paru yang sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri adalah latihan pernapasan, khususnya teknik pursed-lip breathing dan diaphragmatic breathing. Meskipun teknik ini telah banyak direkomendasikan, efektivitasnya dalam meningkatkan parameter subjektif dan objektif fungsi paru dalam periode intervensi jangka pendek masih perlu dikaji lebih lanjut, terutama pada pasien PPOK stabil di layanan rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan pernapasan terhadap perubahan derajat sesak napas dan nilai Peak Flow pada pasien PPOK stabil, serta mengevaluasi hubungan karakteristik responden dengan perubahan nilai Peak Flow setelah intervensi. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 36 pasien PPOK stabil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi berupa latihan pursed-lip breathing dan diaphragmatic breathing dilakukan secara mandiri selama dua minggu dengan pemantauan berkala melalui media daring. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Derajat sesak napas dinilai menggunakan kuesioner Modified Medical Research Council (mMRC) sebagai parameter subjektif, sedangkan fungsi ventilasi paru diukur menggunakan Peak Flow Meter (PFM) untuk memperoleh nilai Peak Expiratory Flow (PEF) sebagai parameter objektif. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon untuk data mMRC dan uji paired t-test untuk data Peak Flow, serta analisis bivariat untuk melihat hubungan karakteristik responden dengan perubahan nilai Peak Flow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada skor mMRC sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,157), meskipun secara deskriptif terdapat kecenderungan pergeseran derajat sesak napas ke tingkat yang lebih ringan, di mana sebanyak 2 responden mengalami penurunan derajat sesak napas dari derajat 1 menjadi derajat 0. Sebaliknya, nilai Peak Flow menunjukkan peningkatan yang bermakna setelah pemberian latihan pernapasan (p < 0,001), yang mengindikasikan adanya perbaikan fungsi ventilasi paru secara objektif. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa faktor usia dan lama menderita PPOK berhubungan signifikan dengan perubahan nilai Peak Flow, sedangkan jenis kelamin, kepatuhan latihan, dan indeks massa tubuh tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Penelitian ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa latihan pernapasan efektif dalam meningkatkan fungsi ventilasi paru secara objektif pada pasien PPOK stabil, meskipun perubahan pada persepsi subjektif sesak napas belum tampak signifikan dalam periode intervensi yang relatif singkat. Temuan ini mendukung pentingnya integrasi latihan pernapasan sebagai bagian dari manajemen non-farmakologis PPOK di layanan kesehatan. Disarankan agar latihan pernapasan dilakukan secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang lebih panjang, khususnya secara mandiri di rumah, untuk memperoleh hasil yang lebih optimal baik secara objektif maupun subjektif, serta diperlukan penelitian lanjutan dengan durasi intervensi yang lebih lama dan jumlah sampel yang lebih besar. | |
| dc.description.sponsorship | dr.Ida Srisurani Wiji Astuti, M.Kes., FISPH, FISCM | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/15094 | |
| dc.language.iso | Other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | COPD | |
| dc.subject | Latihan Pernapasan | |
| dc.subject | mMRC | |
| dc.subject | Peak Flow Meter | |
| dc.subject | Fungsi Paru | |
| dc.title | Pengaruh Perilaku Latihan Pernapasan Terstruktur Terhadap Derajat Sesak Napas Pasien PPOK di Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- 222010101029 - Nurayuning Septiana Megananda - TUGAS AKHIR.pdf
- Size:
- 7.03 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
