Sistem Informasi Akuntansi pada Umkm: Implementasi Perancangan Harga Pokok Produksi dan Penyusunan Laporan Keuangan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas ekonomi dan bisnis
Abstract
UMKM memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian nasional,
namun sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam penyusunan
laporan keuangan yang sesuai standar, termasuk dalam aspek penentuan biaya
produksi. PT Raja Handycraft sebagai salah satu UMKM manufaktur di Kabupaten
Jember masih menerapkan pencatatan sederhana dan belum memiliki sistem
informasi akuntansi yang memadai. Perubahan status badan hukum serta
meningkatnya intensitas persaingan mendorong kebutuhan perusahaan untuk
memiliki perhitungan biaya produksi yang akurat serta laporan keuangan yang
dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi tersebut menegaskan adanya kesenjangan
antara praktik pencatatan yang dilakukan dengan standar akuntansi yang
diharapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perhitungan harga pokok
produksi menggunakan metode full costing pada PT Raja Handycraft, dan (2)
mengevaluasi implementasi aplikasi SI APIK dalam penyusunan laporan keuangan
berdasarkan SAK EMKM. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan
gambaran yang mendalam mengenai efektivitas sistem informasi dalam
mendukung pengelolaan keuangan UMKM.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik dan bagian
keuangan, observasi proses produksi, serta telaah dokumen berupa bukti transaksi
dan pembukuan sederhana. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui reduksi
data, pengorganisasian informasi, serta penarikan kesimpulan. Validitas data diuji
menggunakan teknik triangulasi metode dengan membandingkan hasil observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode full costing sesuai
dengan karakteristik produksi PT Raja Handycraft karena mampu mengakumulasi
seluruh unsur biaya, termasuk bahan baku, tenaga kerja, biaya pemesinan, serta
overhead variabel dan tetap. Perhitungan tersebut menghasilkan biaya pokok
produksi sebesar Rp5.549 per unit pipa rokok gaharu dan Rp30.084 per unit tasbihgaharu. Informasi biaya yang diperoleh memberikan dasar yang lebih andal dalam
penentuan harga jual dan evaluasi efisiensi biaya.
Pada aspek penyusunan laporan keuangan, aplikasi SI APIK terbukti
mampu meningkatkan keteraturan dan ketepatan pencatatan. Setelah seluruh
transaksi periode September 2025 diinput, aplikasi menghasilkan laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi secara otomatis. Laporan tersebut menunjukkan
total pendapatan sebesar Rp80.205.600 dan total beban Rp42.635.802, sehingga
diperoleh laba periode berjalan sebesar Rp37.569.797. Hasil ini mengindikasikan
bahwa SI APIK dapat membantu UMKM menghasilkan laporan keuangan yang
lebih sistematis, relevan, dan sesuai standar, meskipun masih terdapat kendala
teknis pada aplikasi.
Dengan begitu dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan metode full
costing dan pemanfaatan SI APIK memberikan kontribusi signifikan dalam
meningkatkan kualitas informasi biaya dan laporan keuangan PT Raja Handycraft.
Pengelolaan keuangan menjadi lebih terstruktur sehingga dapat mendukung
pemilik dalam pengambilan keputusan, pelaporan pajak, serta respons terhadap
dinamika usaha. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya digitalisasi pencatatan
keuangan bagi UMKM untuk mencapai transparansi, akuntabilitas, dan pembuatan
keputusan yang lebih baik terlebih dalam pelaporan pajak.
Description
Reupload file repository 2 februari 2026_agus/feren
