Citra Makeup Dalam Karakter Arthur Fleck Pada Film Joker (2019) Analisis Semiotika Roland Barthes

dc.contributor.authorIrnanda Ana Safira
dc.date.accessioned2026-06-10T03:14:15Z
dc.date.issued2025-01-02
dc.descriptionreupload 2026 Rudi H Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 10 Juni 2026
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna tersembunyi signification dari penggunaan makeup pada karakter utama Arthur Fleck dalam film Joker (2019) melalui kerangka teori semiotika Roland Barthes. Makeup dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen kosmetik atau artistik, tetapi juga sebagai tanda yang merekflesikan perubahan psikologis dan transformasi sosial karakter dari Arthur Fleck menjadi sosok penjahaat legendaris Joker. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotika kualitatif deskriptif. Objek utama analisis adalah tampilan makeup Arthur Fleck pada adegan adegan kunci yang merepresentasikan tahapan transformasinya. Analisis dilakukan dengan membedah tanda pada tiga tingkatan denotasi, konotasi, dan mitos. Makna denotasi makeup yang digunakan adalah riasan badut berwarna putih pada wajah, biru pada mata, dan merah cerah pada bibir dan senyum yang ia gunakan sebagai pekerja paruh waktu. Denotasi ini menunjukkan status sebagai seorang penghibur kelas bawah yang berjuang. Makna konotasi terdapat pada perubahan warna dan makeup yang tidak rapi menunjukkan keadilan psikologis Arthur Fleck untuk menutupi kesedihan dan kebingungan mentalnya dengan topeng sosial. Goresan dan ketidaksempurnaan makeup tersebut menjadi kotor, penuh noda, dan diterapkan dengan tergesa-gesa. Konotasi ini menggambarkan ketidakstabilan mental, hilangnya kendali, dan penolakan total Arthur terhadap norma sosial yang selama ini menekanya. Tampilan makeup yang sempurna sebagai Joker di akhir film menunjukkan penerimaan sepenuhnya terhadap identitas psikopat yang baru ia miliki. Secara mitos rangkaian perubahan makeup ini menciptakan mitos yang lebih luas tentang ketidakadilan sosial serta kelahiran seorang anarkis. Makeup badut yang seharusnya melambangkan kecerian dan tawa ketika dibebani oleh penderitaan Arthur Fleck yang bertransformasi menjadi simbol kekejaman yang muncul dari trauma dan pengabaian sistem di Ghotam City. Makeup tersebut menjadi simbol yang memicu kerusuhan massa, menjadikanya lebih dari sekedar penjahat individu, tetapi sebagai perwujudan daru kemarahan kolektif.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utaman: Muhammad Zamroni, S.Sn., M.Sn.,
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8546
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Budaya
dc.subjectCitra Makeup
dc.subjectarakter Arthur Fleck
dc.subjectFilm Joker (2019)
dc.subjectSemiotika Roland Barthes
dc.titleCitra Makeup Dalam Karakter Arthur Fleck Pada Film Joker (2019) Analisis Semiotika Roland Barthes
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Irnanda Ana Safira - 210110401009.pdf
Size:
880.26 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: