Respon Morfologi Tanaman Padi Terhadap Cekaman Chromium dan Pemberian Mikrobioma Tanah Pada Beberapa Varietas Padi Lokal Jawa dan Timor Leste
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS PERTANIAN
Abstract
Respons Morfologi Tanaman Padi Terhadap Cekaman Chromium Dan Pemberian Bakteri Azospirillium Pada Beberapa Varietas Padi Lokal Jawa Dan Timor Leste. Kurnia Shandy; 221510501082; 2022; 70 Halaman; Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Chromium (Cr) merupakan salah satu logam berat yang bersifat toksik bagi tanaman karena dapat menghambat pertumbuhan, menurunkan kandungan klorofil, mengganggu perkembangan sistem perakaran, serta memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang menyebabkan stres oksidatif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak toksisitas chromium adalah melalui aplikasi bakteri Azospirillum sebagai plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) yang berperan meningkatkan pertumbuhan tanaman, memperbaiki penyerapan unsur hara, serta membantu meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons morfologi beberapa varietas padi lokal Jawa dan Timor Leste terhadap cekaman chromium serta mengevaluasi efektivitas pemberian bakteri Azospirillum dalam meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agrobioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu empat varietas padi (Pandan Wangi, Ketan Putih, Nona Porto, dan Nakroma) serta delapan perlakuan yang terdiri atas kontrol, chromium 50 mg/L, chromium 100 mg/L, chromium 150 mg/L, kontrol + Azospirillum, Cr50 + Azospirillum, Cr100 + Azospirillum, dan Cr150 + Azospirillum dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, tebal batang, panjang akar, dimensi akar, jumlah akar, kandungan klorofil total, berat basah, dan berat kering. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman chromium menyebabkan penurunan pertumbuhan morfologi, perkembangan sistem perakaran, kandungan klorofil, dan biomassa pada seluruh varietas padi yang diuji. Varietas Nona Porto menunjukkan toleransi terbaik pada karakter morfologi, sedangkan Ketan Putih lebih mampu mempertahankan kandungan klorofil, biomassa, dan pertumbuhan sistem perakaran. Pemberian bakteri Azospirillum mampu meningkatkan respons pertumbuhan tanaman pada kondisi cekaman chromium, terutama pada parameter tinggi tanaman, tebal batang, sistem perakaran, kandungan klorofil, dan biomassa. Kombinasi perlakuan Cr50 mg/L + Azospirillum merupakan perlakuan terbaik selain kontrol karena memberikan respons pertumbuhan yang paling konsisten pada berbagai parameter pengamatan.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
