Hubungan Kebersihan Mulut Dengan Kesehatan Gingiva Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember Yang Memakai Alat Orthodontik Cekat

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran Gigi

Abstract

Alat orthodontik cekat adalah salah satu alat yang digunakan untuk perawatan maloklusi. Bagian-bagian alat tersebut menempel pada gigi yang menyulitkan dalam pembersihan gigi, sehingga akan memudahkan akumulasi plak dan dapat menyebabkan inflamasi gingiva. Saat ini pemakaian alat orthodontik cekat sudah menyebar di berbagai kalangan masyarakat termasuk pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi yang tentunya sudah mendapatkan pendidikan berupa pengetahuan serta praktik tentang cara menjaga kebersihan mulut dan dampak yang timbul apabila tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik terhadap jaringan periodontal terutama gingiva. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kebersihan mulut dengan kesehatan gingiva pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember yang memakai alat orthodontik cekat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018. Pemeriksaan tingkat kebersihan mulut dengan alat ukur OHI-S (Green dan Vermilion) dan status kesehatan gingiva dengan alat ukur Indeks Gingiva (Loe dan Silness) dilakukan pada 47 subjek penelitian. Uji statistik menggunakan SPSS. Uji korelasi Pearson digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan dan dilanjutkan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui besar pengaruh kebersihan mulut terhadap kesehatan gingiva. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, sebanyak 17% subjek memiliki tingkat kebersihan mulut baik, 57% sedang, dan 26% buruk. Sebanyak 89% subjek mengalami inflamasi gingiva ringan, 11% mengalami inflamasi gingiva sedang, dan tidak ada yang mengalami inflamasi gingiva berat. Hasil uji korelasi Pearson didapatkan adanya hubungan yang kuat (r=0,665) antara kebersihan mulut dengan kesehatan gingiva. Hasil uji regresi linier sederhana, didapatkan koefisien determinasi=0,442; artinya pengaruh kebersihan mulut terhadap kesehatan gingiva adalah sebesar 44,2% dan sisanya sebesar 55,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Tingkat kebersihan mulut pada penelitian ini diukur menggunakan Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) dari Green dan Vermilion. OHI-S terdiri dari dua komponen pemeriksaan yaitu Debris Index-Simplified dan Calculus Index Simplified. Inflamasi gingiva adalah suatu proses inflamasi pada jaringan gingiva tanpa disertai adanya kerusakan tulang alveolar. Etiologi utama inflamasi gingiva adalah infeksi bakteri yang berasal dari akumulasi plak pada permukaan gigi. Pada pemakai alat orthodontik cekat akumulasi plak dan juga debris mudah terjadi karena adanya bagian-bagian dari bracket yang sempit sehingga sulit terjangkau saat menggosok gigi. Debris adalah sisa-sisa makanan yang dapat menjadi substrat untuk bakteri bermetabolisme yang akan mengakibatkan semakin bertambahnya akumulasi plak. Adanya akumulasi plak yang kemudian terpresipitasi garam-garam mineral dari saliva akan mengalami mineralisasi dan membentuk kalkulus, yang selanjutnya dapat menjadi faktor retensi bagi plak itu sendiri karena permukaannnya yang kasar. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang kuat antara tingkat kebersihan mulut dengan status kesehatan gingiva pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember yang memakai alat orthodontik cekat yaitu semakin buruk tingkat kebersihan mulutn maka status kesehatan gingivanya juga semakin buruk.

Description

Reupload Repositori File 05 Mei 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By