Self Disclosure Lelaki Seks Lelaki (LSL) sebagai Upaya Pencegahan HIV dan AIDS
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Populasi LSL merupakan populasi yang berisiko tinggi terinfeksi HIV dan
AIDS karena sering berganti-ganti pasangan. HIV dan AIDS memicu berbagai
reaksi di masyarakat yang khawatir akan penularannya, sehingga memunculkan
stigma dan diskriminasi. Tingginya tingkat stigma yang dirasakan terkait HIV,
dapat menghalangi individu dengan HIV untuk mengakses dukungan sosial dan
mengungkapkan status mereka. Hal ini menghambat pencegahan dan pengobatan
dan membuat banyak LSL di Indonesia memilih untuk merahasiakan identitas dan
orientasi seksual mereka yang dapat menyebabkan mereka sulit untuk mengakses
layanan pencegahan dan pengobatan HIV serta meningkatkan risiko penularan
HIV. Salah satu faktor penting dalam pencegahan HIV dan AIDS adalah self
disclosure yang dapat membantu mencegah penularan HIV dan meningkatkan
kepatuhan pengobatan, pengungkapan juga bermanfaat untuk meningkatkan
dukungan sosial, mengurangi tekanan psikologis, dan meningkatkan kesehatan.
Penelitian ini menggunakan teori Johari Window karena membahas tentang
pengungkapan diri (self disclosure) dan umpan balik (feedback) di dalam suatu
hubungan.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan studi fenomenologi.
Data dikumpulkan melalui wawancara yang mendalam terhadap 1 informan
kunci, 10 informan utama yang merupakan LSL di Kabupaten Jember, serta 6
informan tambahan dari lingkungan sosial LSL yaitu orang yang mengetahui
status kesehatan atau orientasi LSL pertama kali atau tenaga kesehatan. Penelitian
ini meneliti stigma dan diskriminasi yang dialami LSL, open area yang meliputi
aspek pengungkapan diri, hidden area, blind area, dan upaya pencegahan HIV
dan AIDS yang dilakukan LSL. Data yang diperoleh akan di analisis lebih lanjut
menggunakan teknik Intepretative Phenomenological Analysis (IPA).
LSAIDS
Description
Repository Januari 2026_Hasyim
