Hubungan antara Konsumsi Camilan Tinggi Natrium dan Status Gizi dengan Kejadian Hipertensi pada siswa MA/SMKS di Kecamatan Ledokombo

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Hipertensi remaja merupakan keadaan ketika tekanan darah ≥ 130/80 mmHg. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, kejadian hipertensi remaja usia 15-19 tahun di Kabupaten Jember pada tahun 2024 berjumlah 524 orang. Jumlah remaja usia 15-19 tahun dengan hipertensi di Kecamatan Ledokombo mengalami kenaikan yang signifikan dari 23 orang pada tahun 2023 menjadi 225 orang pada tahun 2024. Salah satu faktor penyebab hipertensi pada remaja adalah asupan natrium berlebih dan status gizi berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi camilan tinggi natrium dan status gizi dengan kejadian hipertensi pada siswa MA/SMKS di Kecamatan Ledokombo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan langsung dari hasil pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital, pengukuran antropometri menggunakan timbangan digital dan microtoice serta hasil wawancara kuesioner SQ-FFQ mengenai konsumsi camilan tinggi natrium. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa MA/SMKS kelas 10 dan 11 di Kecamatan Ledokombo. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik proportional random sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 40,7% siswa memiliki tekanan darah di atas normal dengan rincian prahipertensi sebesar 22,9%, hipertensi tingkat 1 sebesar 14%, dan hipertensi tingkat 2 sebesar 3,8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44,9% remaja laki-laki memiliki tekanan darah di atas normal. Selain itu, sebanyak 50% remaja yang berusia 19 tahun mengalami hipertensi. Distribusi status gizi siswa menjukkan hasil sebanyak 73,9% siswa tergolong dalam status gizi baik, akan tetapi terdapat 12,1% siswa memiliki status gizi lebih dan sebanyak 5,1% siswa berstatus gizi obesitas. Apabila dilihat berdasarkan jumlah asupan asupan natrium, diketahui bahwa sebanyak 73,2% siswa masuk dalam kategori lebih. Frekuensi camilan tinggi natrium pada siswa MA/SMKS di Kecamatan Ledokombo menunjukkan hasil bahwa sebanyak 92,45% siswa termasuk dalam kategori sering mengonsumsi camilan tinggi natrium. Hasil penelitian mengenai jumlah asupan natrium dan frekuensi konsumsi camilan tinggi natrium menunjukkan hasil p-value 0,000 dan 0,004 yang artinya terdapat hubungan antara konsumsi camilan tinggi natrium dengan kejadian hipertensi pada siswa. Jumlah asupan natrium memiliki peranan yang cukup signifikan terhadap kejadian hipertensi pada siswa sedangkan frekuensi konsumsi camilan tinggi natrium memiliki peranan yang lemah. Selain itu, hasil penelitian mengenai status gizi menunjukkan nilai sig p-value 0,000 yang artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada siswa. Saran yang dapat diberikan kepada siswa MA/SMKS di Kecamatan Ledokombo adalah melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin dan menjaga konumsi camilan sebagai langka pencegahan terhadap hipertensi. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat meneliti faktor lain penyebab hipertensi pada remaja.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 26

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By