Desain Kapal Wisata Ramah Lingkungan Bertenaga Surya di Pulau Tabuhan, Banyuwangi

Abstract

Desain Kapal Wisata Ramah Lingkungan Bertenaga Surya di Pulau Tabuhan, Banyuwangi; Ramadhan Redo Andhika; 2026; Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan; Fakultas Teknik; Universitas Jember Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi wisata bahari yang besar, salah satunya Pulau Tabuhan. Pulau kecil yang tak berpenghuni di Selat Bali yang dikenal dengan pantai berpasir putih, air laut yang jernih, serta keindahan bawah lautnya. Potensi tersebut mendorong perlunya sarana transportasi wisata yang ramah lingkungan untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang kapal wisata katamaran berbahan aluminium dengan bertenaga surya pada rute Pantai Grand Watu Dodol–Pulau Tabuhan sebagai upaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi gas buang. Perancangan kapal meliputi desain lambung, analisis hambatan, kebutuhan daya, analisis stabilitas, berat kapal, analisis seakeeping, serta penyusunan Safety Plan dan Fire Plan sesuai standar Non-Convention Vessel Standards (NCVS). Metode yang digunakan adalah Parent Ship Approach dengan data primer dari observasi lapangan di Pantai Grand Watu Dodol dan Pantai Boom serta data sekunder dari BMKG dan literatur teknis. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Maxsurf, AutoCAD, dan SketchUp dengan mengacu pada HSC Code dan NCVS. Hasil perancangan menghasilkan kapal dengan ukuran utama L = 9,38 m, B = 3,45 m, H = 1,3 m, T = 0,6 m, dan kecepatan servis 6,83 knot. Lambung katamaran tipe Flat Side Inside dipilih karena memiliki karakteristik hambatan yang rendah serta performa seakeeping yang baik. Hambatan total kapal sebesar 1,98 kN dengan kebutuhan daya 13,87 kW yang dipenuhi oleh dua unit motor tempel Mercury Avator 75e berdaya 8,6 kW. Sistem propulsi didukung oleh 11 unit panel surya, 2 unit generator, 6 unit baterai, 2 unit charge controller, dan 1 unit inverter sebagai sumber energi untuk menggerakkan kapal. Analisis seakeeping menunjukkan akselerasi heave maksimum 0,882 m/s², amplitudo pitch 0,473°, dan amplitudo roll 0,497°, sedangkan nilai Motion Sickness Incidence (MSI) tertinggi sebesar 3,572% masih berada dalam batas operasional. Sistem keselamatan dan pemadam kebakaran juga telah dirancang sesuai persyaratan NCVS. Hasil perancangan menunjukkan bahwa kapal wisata ini telah memenuhi aspek teknis dan regulasi untuk beroperasi pada rute Grand Watu Dodol–Pulau Tabuhan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan perhitungan konstruksi dan analisis biaya pembangunan sehingga desain kapal dapat direalisasikan

Description

Finalisasi Hasyim/Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By