Tugas Akhir Pra-rancangan Pabrik Kalsium Laktat dari Tongkol Jagung dengan Proses Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF) Kapasitas 25.000 Ton/Tahun
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pabrik Kalsium Laktat berbahan baku tongkol jagung menggunakan proses
Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF) dengan kapasitas produksi sebesar
25.000 ton/tahun dan waktu operasi 330 hari per tahun. Pabrik direncanakan akan
didirikan di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.
Pabrik ini dirancang untuk memproduksi kalsium laktat sebesar 4,634.74 kg/jam
atau 25.000 ton/tahun dengan bahan baku utama berupa tongkol jagung sebanyak
8,445.08 kg/jam atau sekitar 66,895.833 ton/tahun. Proses produksi terdiri atas lima
tahap utama, yaitu persiapan bahan baku, delignifikasi, hidrolisis enzimatik,
fermentasi, serta kristalisasi dan pengeringan. Tongkol jagung pertama-tama
dihancurkan menggunakan hammer mill hingga mencapai ukuran partikel yang
sesuai, kemudian dilakukan proses delignifikasi dengan larutan NaOH 10% pada
suhu 80°C guna memisahkan lignin dari selulosa. Selanjutnya, selulosa dihidrolisis
menjadi glukosa dengan bantuan enzim selulase pada suhu optimal 50°C dan pH 5.
Glukosa hasil hidrolisis kemudian difermentasi oleh bakteri Lactobacillus
acidophilus pada suhu 45°C untuk menghasilkan asam laktat. Asam laktat yang
diperoleh selanjutnya dinetralisir dengan kalsium karbonat membentuk kalsium
laktat. Larutan kalsium laktat dikonsentrasikan dalam evaporator hingga mencapai
konsentrasi 55%, lalu dikristalisasi dan dikeringkan menggunakan rotary dryer
untuk menghasilkan produk akhir berupa bubuk kalsium laktat dengan kemurnian
98%. Proses pengeringan dilakukan pada suhu 110°C secara counter-current.
Produk selanjutnya melewati proses screening menggunakan ayakan 100 mesh
untuk memastikan keseragaman ukuran partikel. Untuk mendukung operasional pabrik, jumlah tenaga kerja yang direncanakan adalah 181 orang, tersebar dalam
berbagai divisi seperti produksi, teknik, administrasi, pemasaran, dan SDM. Dari
segi analisis ekonomi, prarancangan ini menunjukkan bahwa pabrik memiliki nilai
investasi awal sekitar Rp 347 miliar, dengan biaya operasional tahunan mencakup
bahan baku, utilitas, gaji karyawan, dan pemeliharaan fasilitas. Berdasarkan
perhitungan, pabrik diperkirakan akan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar
Rp 113 miliar dan laba bersih sekitar Rp 85 miliar per tahun, tergantung pada harga
jual kalsium laktat di pasar. Masa pengembalian modal (Pay Out Time)
diperkirakan berkisar antara 2.691 tahun, dengan tingkat pengembalian investasi
(ROI) sekitar 27.16%. Titik impas (Break Even Point/BEP) berada pada kisaran
47%, sehingga menunjukkan bahwa pabrik ini layak secara teknis maupun
ekonomis untuk didirikan.
Description
Reupload file repository 9 Februari 2026_Ratna
