Rancang Bangun Game Puzzle Berbasis Android Untuk Melatih Motorik Halus Pada Anak Penyandang Cerebral Palsy

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Komputer

Abstract

Motorik halus merupakan salah satu kemampuan pada manusia yang harus dilatih, termasuk pada anak dengan disabilitas. Contoh disabilitas yang memiliki hambatan pada motorik halus adalah Cerebral Palsy. Berdasarkan diskusi dengan guru Cerebral Palsy di SLB Negeri Jember, beberapa siswa Cerebral Palsy dari jenjang SD hingga SMA mengalami kendala dalam melakukan gerak tubuh menggunakan motorik halusnya. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan game puzzle dapat melatih koordinasi antara otot jari tangan dan mata, sehingga dapat merangsang kemampuan motorik halus pada anak. Penelitian ini menggunakan metode game development life cycle (GDLC) yang terdiri atas lima tahapan utama: initiation, pre-production, production, testing, dan release. Game puzzle yang dikembangkan diberi nama Drop dengan konsep permainan teka-teki yang menyajikan dua macam objek berbeda untuk digabungkan sesuai bentuknya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan game puzzle dapat melatih motorik halus pada beberapa siswa lebih baik setelah memainkan game. Dari hasil usability yang melibatkan 5 siswa Cerebral Palsy, game ini terbukti telah diterima dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan nilai persentase aspek leanability sebesar 76,7%, aspek flexibility sebesar 85%, aspek effectiveness mendapatkan nilai 100%, aspek attitude sebesar 100%, di mana seluruh nilai persentase tersebut berada di kategori sangat baik dengan total nilai persentase sebesar 90,4%. Sementara dari pengujian UAT, didapat nilai persentase aspek daya tarik sebesar 90%, aspek relevansi sebesar 86,7%, aspek kepercayaan diri mendapatkan nilai 93,3% dan aspek kepuasan sebesar 90%, di mana seluruh nilai persentase berada di kategori sangat baik dengan total keseluruhan nilai persentase sebesar 90%. Dari dua hasil beta testing tersebut, seluruhnya bernilai sangat baik yang berarti game puzzle sangat diterima oleh siswa Cerebral Palsy di SLB Negeri Jember. Siswa dan guru menyatakan bahwa game ini mudah dimainkan dan sangat membantu untuk melatih motorik halus pada anak dengan Cerebral Palsy. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah berhasil mengembangkan game puzzle yang diharapkan dapat melatih motorik halus pada anak penyandang Cerebral Palsy. Game puzzle ini diharapkan dapat menjadi media alternatif terapi motorik halus yang menyenangkan bagi siswa disabilitas, khususnya pada anak yang mengalami hambatan motorik halusnya. Pengembangan lebih lanjut disarankan untuk menambahkan level dan jenis puzzle.

Description

reupload 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By