Pengaruh Reksadana Syariah, Obligasi Syariah (Sukuk), dan Saham Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
| dc.contributor.author | Nabilla Khoirunisa | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-09T03:50:11Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-23 | |
| dc.description | Reupload file repository 9 Februari 2026_Ratna | |
| dc.description.abstract | Di tengah-tengah tren positif reksadana syariah obligasi syariah, dan saham syariah justru memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana instrumen pasar modal syariah tersebut benar-benar memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, bukan hanya sebagai alternatif investasi semata. Pasalnya, di sisi lain, kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia justru berbanding terbalik. pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat dibandingkan dengan keadaan instrumen pasar modal syariah yang terus bertumbuh. Kekuatan pasar modal dalam memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian juga masih dipertanyakan. Sementara itu, terdapat kesenjangan lain, yakni pada penelitian terdahulu yang menunjukkan hasil yang tidak konsisten sehingga penelitian ini akan meninjau lebih dalam bagaimana pengaruh reksadana syariah, obligasi syariah (sukuk), dan saham syariah terdahap pertumbuhan ekonomi Indonesia, guna mengetahui lebih jauh bagaimana pengaruhnya secara aktual dan factual. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah kuantitatif dengan regresi linier berganda. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder berbentuk time series triwulanan dalam kurun waktu 2011 hingga 2024. Terdiri dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah, nilai total emisi obligasi syariah (sukuk), dan Kapitalisasi Pasar Saham Syariah yang tergabung pada Jakarta Islamic Index (JII). Data diperoleh dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan hasil uji dan analisis yang telah dilakukan, penelitian ini menemukan bahwa secara parsial reksadana syariah dan saham syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun obligasi syariah (sukuk) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karakter dari sukuk korporasi memiliki jumlah kapitalisasi yang kecil, jika dibandingkan dengan obligasi konvensional, sehingga tidak memberikan pengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Meskipun obligasi syariah tidak memberikan pengaruh yang signifikan, ketiga variabel tersebut secara simultan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Artinya, kekuatan ketiga variabel tersebut apabila digabungkan secara bersamaan dapat memberikan pengaruh dalam mendorong bertumbuhnya ekonomi nasional. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Edy Santoso S.E., M.Sc DPA : Rachmania Nurul Fitri Amijaya | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2265 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | Reksadana Syariah | |
| dc.subject | Obligasi | |
| dc.subject | Obligasi syariah (Sukuk) | |
| dc.subject | Pertumbuhan Ekonomi | |
| dc.title | Pengaruh Reksadana Syariah, Obligasi Syariah (Sukuk), dan Saham Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia | |
| dc.type | Other |
