Pengetahuan Masyarakat dalam Penggunaan QRIS Sebagai Pembelajaran Literasi Digital Masyarakat (Studi pada Pengguna QRIS di Daerah Sumbersari, Kabupaten Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Perkembangan teknologi yang cepat mendorong kemajuan masyarakat
melalui pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh
karena itu, pengetahuan tentang literasi digital menjadi sangat penting. Sebagai
makhluk sosial, manusia harus terus belajar untuk memperoleh pengetahuan dan
kompetensi yang dibutuhkan. Salah satu inovasi yang terus berkembang pada saat
ini adalah metode pembayaran QRIS. Quick Response Indonesian Standard (QRIS)
merupakan metode pembayaran digital yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, pada
penggunaannya hanya menggunakan satu barcode untuk semua. Kecamatan
Sumbersari yang merupakan salah satu pusat keramaian dan kegiatan yang ada di
Kabupaten Jember juga sudah mulai banyak menggunakan QRIS. Namun,
berdasarkan hasil observasi peneliti di lapangan masih ditemukan bahwa masih ada
masyarakat yang belum mengetahui terkait dengan penggunaan QRIS yang salah
satu penyebabnya yaitu rendahnya literasi digital masyarakat. Dalam hal ini
rumusan masalah yang diteliti adalah bagaimana proses pengetahuan masyarakat
dalam penggunaan QRIS sebagai literasi digital masyarakat. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan tentang proses pengetahuan masyarakat dalam
penggunaan QRIS sebagai metode literasi digital masyarakat. Manfaat penelitian
ini secara teoritis yaitu dapat menjadi referensi, perbandingan, dan menambah
pengetahuan serta wawasan, kemudian secara praktis yaitu dapat menjadi
kepustakaan, referensi atau bahkan acuan dalam mengambil kebijakan bagi
pemangku kebijakan.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Dalam penentuan tempat, peneliti menggunakan teknik purposive are
yang bertempat di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan untuk mendapatkan data
yang valid dilakukan uji keabsahan dengan dengan perpanjangan keikutsertaan,
ketekunan pengamatan dan triangulasi.
Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, menunjukkan bahwa masyarakat
dalam mempelajari penggunaan QRIS menerapkan teori belajar social learning,
yang melewati empat proses pertama, yaitu proses perhatian di tahap ini masyarakat
memusatkan perhatian terhadap objek yang dipelajari yaitu QRIS, kedua yaitu
proses retensi dimana masyarakat akan menyimpan informasi mengenai QRIS di
dalam ingatan mereka secara verbal dan imajinasi, ketiga proses produksi perilaku
yang dimana masyarakat akan melakukan gerakan yang sama dari hasil proses
belajar dan yang terakhir yaitu proses motivasi dimana masyarakat mendapat
penguatan dalam mempelajari QRIS dari dalam dirinya dan juga dari
lingkungannya. Kemudian terkait dengan kompetensi literasi digital masyarakat
telah memiliki kemampuan dan pemahaman yang cukup pada setiap indikator yaitu
diantaranya, pertama pada cakap bermedia digital masyarakat tahu dan paham
mengenai perangkat keras dan lunak serta lanskap digital, kedua budaya bermedia
digital yang mana masyarakat mengetahui tentang hak-hak digital dan perilaku
cinta produk dalam negeri, ketiga yaitu pada etis bermedia digital yang pada
kompetensi ini masyarakat memiliki pengetahuan yang baik dalam etika berinternet
menggunakan platform digital secara penuh tanggung jawab, dan yang terakhir
yaitu aman bermedia digital yang pada indikator ini masyarakat memiliki
pemahaman yang baik dalam menjaga keamanann perangkat keras dan privasi
platform digital serta pengetahuan mengenai bentuk-bentuk penipuan digital.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat dalam
menggunakan QRIS didapatkan melalui proses belajar sosial learning yaitu
diantaranya proses perhatian, proses retensi, proses produksi perilaku dan proses
motivasi. Masyarakat juga dapat dikatakan kompeten dalam literasi digital
dikarenakan pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki cukup baik pada setiap
indikator kompetensi literasi digital yang ada.
Description
Reupload Repository Maya 25 Maret 2026
