Analisis Kadar Zat Besi Dan Daya Terima Puding Modisco (Modified Dried Skimmed Milk And Coconut Oil) dengan Penambahan Sari Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Sari Jambu Biji Merah (Psidium guajava. L)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Prevalensi gizi kurang balita di Indonesia menurut Survei Status Gizi Indonesia
(SSGI) tahun 2021 sebesar 17,0% dan pada tahun 2022 mengalami peningkatan
menjadi 17,1%. Prevalensi gizi kurang di Jawa timur sebesar 15,8% dengan
Kabupaten Jember menduduki urutan kedua prevalensi gizi kurang yakni sebesar
24,1%. Kabupaten Jember kasus gizi kurang tertinggi terdapat pada Kecamatan
Kalisat dengan prevalensi 14,61%. Upaya penanganan masalah gizi kurang salah
satunya adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa modisco. Upaya
untuk meningkatkan daya terima dan nilai gizi berupa zat besi pada modisco III
dapat dilakukan dengan penambahan sari daun kelor dan sari jambu biji merah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari daun kelor
dan sari jambu biji merah terhadap kandungan zat besi dan daya terima pada puding
modisco dengan penambahan sari daun dan sari jambu biji merah, serta menentukan
formulasi terbaik dan rekomendasi konsumsi puding modisco dengan penambahan
sari daun kelor dan sari jambu biji merah pada balita gizi kurang.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan
Posttest Only Control Group Design. Proporsi penambahan sari daun kelor dan sari
jambu biji merah pada puding modisco yaitu X0 (0%:0%), X1 (5%:95%), X2
(10%:90%), dan X3 (15%:85%). Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember
2023 sampai bulan Mei 2024. Pengujian kandungan zat besi dilakukan di
Laboratorium Analisis Pangan Politeknik Negeri Jember menggunakan metode
Spektrofotometri UV-Vis, dan uji kesukaan dilakukan di SDN Kalisat 1 Jember
dengan 25 panelis tidak terlatih siswa usia 6-8 tahun menggunakan form penilaian
kesukaan atau hedonic sclae test. Hasil laboratorium rata-rata kandungan zat besi pada produk berturut-turut
pada perlakuan X0, X1, X2 dan X3 yaitu 0,96 mg, 2,53 mg, 3,90 mg dan 5,25 mg/100
gram. Peningkatan zat besi bertambah seiring dengan penambahan sari daun kelor.
Hasil uji statistik menggunakan One-Way Anova didapatkan nilai signifikasi <0,05,
artinya terdapat perbedaan yang signifikan atau berbeda nyata terhadap kadar zat
besi pada setiap perlakuan. Sampel X1 yaitu puding dengan penambahan sari daun
kelor 5% dan sari jambu biji merah 95% mendapatkan rata-rata penilaian tertinggi
atau paling disukai panelis terhadap daya terima warna, rasa, aroma dan tekstur.
Hasil statistik uji kesukaan menggunakan uji Friedman didapatkan nilai signifikasi
keseluruhan yaitu <0,05 atau dapat diartikan bahwa warna, rasa, aroma dan tekstur
berbeda secara signifikan.
Formulasi terpilih dari hasil perhitungan Metode Perbandingan
Eksponensial (MPE) adalah X1 atau penambahan sari daun kelor 5% dan sari jambu
biji merah 95%. Pemenuhan kebutuhan zat besi pada balita gizi kurang dengan berat
badan <7,5 kg diperlukan mengonsumsi 3/4 cup puding dengan berat 100 gram
modisco dengan penambahan sari daun kelor dan sari jambu biji merah. Balita gizi
kurang dengan berat badan >7,5 kg dapat mengonsumsi 1 cup puding dengan berat
100 gram modisco penambahan sari daun kelor dan sari jambu biji merah
Description
Reupload file repositori 12 februari 2026_PKL Fani/Firli
