Optimalisasi Indikator Nasional Mutu Kepatuhan Identifikasi Pasien di Puskesmas Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Andini Oktavia Kurniazahwa | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-12T01:51:45Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-11 | |
| dc.description | Entry oleh Arif 2026 Februari 12 | |
| dc.description.abstract | Puskesmas perlu meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan dengan mencapai target nasional, termasuk kepatuhan identifikasi pasien sebesar 100% sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 30 Tahun 2022. Indikator ini mengukur kepatuhan tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi pasien menggunakan minimal dua penanda. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jember tahun 2022–2024, hanya 11 dari 50 Puskesmas yang konsisten memenuhi target tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi best practice optimalisasi INM (INM) kepatuhan identifikasi pasien pada lima Puskesmas: Wuluhan, Ajung, Sukorambi, Sumbersari, dan Ambulu, dengan menggunakan teori mutu Donabedian.. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan survei. Data diperoleh melalui kuesioner dan dokumen pendukung, dengan responden penanggung jawab mutu dan koordinator keselamatan pasien di masing-masing Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa best practice sumber daya manusia terdapat di Puskesmas Wuluhan, Ajung, Sumbersari, dan Ambulu. Wuluhan dan Ajung memiliki kualifikasi SDM sangat baik, sedangkan kompetensi SDM sangat baik ditemukan di Wuluhan, Sumbersari, dan Ambulu. Seluruh Puskesmas menunjukkan kemampuan komunikasi dalam kategori baik dan kedisiplinan yang sangat baik. Pada aspek ketersediaan dana, best practice terdapat di Puskesmas Ajung dan Sumbersari, dengan perencanaan keuangan yang sangat baik di keduanya, sementara ketersediaan dana sangat baik hanya pada Ajung. Untuk sarana prasarana, best practice meliputi Puskesmas Wuluhan, Ajung, Sumbersari, Ambulu, dan Sukorambi. Seluruh Puskesmas memiliki ketersediaan alat dan bahan yang sangat baik. Penggunaan sistem informasi kesehatan yang sangat baik ditemukan di Ajung, Sumbersari, dan Ambulu. Semua Puskesmas memilikikelengkapan data yang sangat baik, sedangkan sarana prasarana penunjang yang sangat baik terdapat di Wuluhan, Ajung, dan Sumbersari. Best practice pada aspek SOP ditemukan di Puskesmas Wuluhan, Ajung, Sumbersari, Ambulu, dan Sukorambi. Seluruhnya memiliki ketersediaan SOP kepatuhan identifikasi pasien serta SOP pengukuran INM dengan kategori sangat baik, termasuk dalam pemahaman terhadap SOP yang berlaku. Dalam perencanaan mutu, best practice terdapat di Puskesmas Wuluhan dan Ajung, khususnya dalam proses perencanaan dan identifikasi masalah mutu yang sangat baik, meskipun strategi mempertahankan capaian INM masih dalam kategori baik. Pada pelaksanaan mutu, best practice mencakup Puskesmas Wuluhan, Ajung, Sumbersari, Ambulu, dan Sukorambi. Pelaksanaan kepatuhan identifikasi pasien sangat baik di seluruh Puskesmas, sedangkan pelaksanaan program mutu masih tergolong baik. Arahan dari pimpinan atau penanggung jawab mutu terg olong sangat baik di Puskesmas Wuluhan, Ajung, Sumbersari, dan Ambulu. Sementara itu, kemampuan mengatasi hambatan secara sangat baik terlihat pada Wuluhan, Sukorambi, Sumbersari, dan Ambulu. Adapun best practice dalam monitoring dan evaluasi terdapat di Puskesmas Wuluhan, Ajung, Sumbersari, dan Ambulu. Keempat Puskesmas ini menunjukkan pelaksanaan pengukuran kepatuhan sesuai SOP dengan kategori sangat baik, sedangkan evaluasi INM tergolong sangat baik di Wuluhan dan Sumbersari. Saran pada penelitian ini adalah dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan capaian INM kepatuhan identifikasi pasien harus ditinjau dalam beberapa aspek, seperti SDM, dana, sarana prasarana, SOP, perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Hal tersebut diperlukan agar Puskesmas dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Nuryadi, S.KM., M.Kes. DPA: Dewa Ngakan Gde W.M.P, S.ST., M.A.R.S. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3074 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Optimalisasi Indikator | |
| dc.subject | Kepatuhan Identifikasi Pasien | |
| dc.title | Optimalisasi Indikator Nasional Mutu Kepatuhan Identifikasi Pasien di Puskesmas Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
