Sitotoksisitas Air Perasan Pulpa Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Kultur Sel Fibroblas BHK-21 Sebagai Alternatif Bahan Irigasi Saluran Akar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Endodontik adalah cabang kedokteran gigi yang berfokus pada diagnosis, pencegahan, dan pengobatan penyakit pulpa gigi serta jaringan periradikular yang mengelilingi akar gigi. Salah satu tahap dalam endodontik adalah sterilisasi saluran akar. Pada tahap ini larutan irigasi sangat penting untuk mendukung keberhasilan perawatan endodontik karena berfungsi untuk mengeluarkan debris, jaringan nekrotik, melarutkan smear layer, bertindak sebagai antibakteri, dan berfungsi sebagai pelumas. Salah satu bahan irigasi saluran akan yang sering digunakan adalah EDTA 17%. EDTA 17% bekerja mengikat ion kalsium pada dentin, sehingga efektif dalam membersihkan smear layer. Namun, EDTA 17% mengandung ion pengkhelat seperti Ca2+ dan Mg2+ yang menunjukkan adanya sifat toksik terhadap jaringan periapikal apabila terekstrusi.
Pemanfaatan bahan alami dari tanaman sebagai bahan alternatif bahan irigasi saluran akar diharapkan dapat memperbaiki kekurangan sifat dari bahan irigasi kimia. Pulpa buah kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu bahan alami yang berpotensi menjadi alternatif bahan irigasi saluran akar. Kandungan senyawa asam dan saponin pada pulpa kakao cukup efektif dalam membersihkan smear layer pada dinding saluran akar. Serta, kandungan senyawa asam, alkaloid, saponin, dan flavonoid bersifat antioksidan sehingga mampu mengurangi kematian sel atau memiliki tingkat toksisitas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air perasan pulpa kakao (Theobroma cacao L.) memiliki sitotoksitas terhadap kultur sel BHK-21.
Sitotoksisitas air perasan pulpa kakao sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar diuji dengan metode MTT assay. Pada penelitian ini, Sel BHK-21 dikultur dalam sumuran microplate 96 well. Setelah itu, sel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu air perasan pulpa kakao 50% dan EDTA 17%. Setelah diinkubasi selama 24 jam, nilai optical density (OD) dibaca menggunakan ELISA reader. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa air persan pulpa kakao (Theobroma cacao L.) dengan konsentrasi 50% mengakibatkan kematian kultur sel BHK-21 sebesar 92,34% hingga 98,85%. Sedangkan, EDTA 17% menyebabkan kematian kultur sel BHK-21 dengan persentase 97,87% hingga 100,04%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah air perasan pulpa kakao 50% dapat dikategorikan sebagai toksik karena kematian sel mencapai lebih dari 50%. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh konsentrasi yang tinggi sehingga mampu merusak sel.
Description
Reupload file repository 3 Juni 2026_Ratna
Validasi file repositori 3 Juni 2026_Dea_Firli
