Persepsi dan Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Budidaya Kopi Arabika di Kelompok Tani Wana Agung Sejahtera Desa Rejoagung Kecamatan Sumberwringin Bondowoso

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sering dibudidayakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia terutama di daerah dataran tinggi. Salah satu jenis kopi yang banyak dibudidayakan yaitu kopi arabika. Kopi arabika dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan kualitas bagus apabila dibudidayakan secara baik dan tepat. Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi kopi yaitu melalui penerapan GAP budidaya kopi arabika. Namun dalam penerapan GAP budidaya kopi arabika tidak semua proses budidaya dilakukan secara keseluruhan, dimana petani pada beberapa proses budidaya yang dilakukan masih mempertahankan pengalaman dan pengetahuan lokal yang sudah turun-temurun. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis: 1) persepsi penerapan GAP budidaya kopi arabika, 2) tingkat GAP budidaya kopi arabika, 3) faktor apa saja yang mempengaruhi GAP budidaya kopi arabika. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja Purposive method di Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria responden petani yang tergabung di Kelompok Tani Wana Agung Sejahtera yang membudidayakan kopi arabika yakni sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan kuesioner, serta dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode skoring dengan skala likert untuk mengetahui persepsi dan tingkat penerapan GAP budidaya kopi arabika serta analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan GAP budidaya kopi arabika menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi Kelompok Tani Wana Agung Sejahtera terhadap penerapan GAP budidaya kopi arabika dalam kategori baik dengan persentase 73,3%. Timbulnya persepsi berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman dan sikap seseorang terhadap GAP budidaya kopi arabika. Persepsi dilihat berdasarkan keuntungan relatif, tingkat kesesuaian, tingkat kerumitan, dapat dicoba, dan dapat diobservasi. Tingkat penerapan GAP budidaya kopi arabika di Kelompok Tani Wana Agung Sejahtera dalam kategori baik dengan persentase 70,0%. Indikator yang digunakan meliputi penentuan lokasi, penyiapan lahan, pembuatan rorak, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penerapan GAP budidaya kopi arabika di Kelompok Tani Wana Agung Sejahtera yaitu tingkat pendidikan. Sedangkan faktor-yang tidak berpengaruh signifikan meliputi umur petani, tanggungan keluarga, luas lahan, lama berusahatani dan persepsi GAP.

Description

Reuplod file repository 5 februari 2026_Arif/Halima

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By