Gambaran Kesadahan (CaCO3) Air Sumur dan Kandungan Kalsium Oksalat (CaC2O4) pada Urine Masyarakat (Studi Kasus di Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember)

dc.contributor.authorMohammad Wildan Permana
dc.date.accessioned2026-03-25T02:59:03Z
dc.date.issued2024-12-10
dc.descriptionReupload file repositori 11 Mar 2026_Maya
dc.description.abstractAir sebagai kebutuhan esensial bagi makhluk hidup harus memenuhi standar dalam pemanfaatannya, baik perihal kuantitas maupun kualitasnya. Salah satu parameter kualitas air yang harus diperhatikan adalah kesadahan, yakni kondisi di mana air memiliki kandungan kalsium dan magnesium yang tinggi dengan dinyatakan dalam satuan mg/L kalsium karbonat (CaCO3). Risiko yang dapat ditimbulkan apabila mengonsumsi air dengan kesadahan tinggi adalah terjadinya batu saluran kemih. Kejadian batu saluran kemih pada seseorang ditandai oleh kristalisasi material pada urine, dengan kalsium oksalat menjadi jenis batu yang paling umum dijumpai. Air dengan kadar kesadahan (CaCO3) yang tinggi seringkali ditemukan pada wilayah karst. Salah satu wilayah karst di Kabupaten Jember terletak pada Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger. Melalui studi pendahuluan, diketahui bahwa masyarakat menggunakan air sumur sebagai sumber air minum sehari-hari, yang dapat berkontribusi dalam pembentukan batu saluran kemih yang ditandai dengan adanya kandungan kalsium oksalat pada urine. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan guna mengetahui gambaran kesadahan (CaCO3) air sumur dan kandungan kalsium oksalat (CaC2O4) pada urine masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Dusun Kapuran pada Oktober 2023 dengan populasi sebanyak 624 KK. Sebanyak 30 responden manusia dipilih melalui metode stratified random sampling, dan 3 sampel air sumur yang mewakili tiap RW di wilayah penelitian diambil untuk analisis kadar kesadahan. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah kesadahan air sumur, pengolahan air minum, jumlah konsumsi air minum harian, dan kandungan kalsium oksalat pada urine masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan pengukuran kadar kesadahan air sumur dan kandungan kalsium oksalat pada urine responden melalui uji laboratorium. Hasil penelitian diperoleh bahwa jenis kelamin responden berjumlah sama antara laki-laki dan perempuan, mayoritas responden berusia 41-50 tahun (36.7%), pekerjaan responden paling banyak adalah buruh tambang (50%), dan pendidikan terakhir responden sebagian besar adalah SD/sederajat (40%). Hasil pengukuran kesadahan air sumur diketahui bahwa ketiga sumur tergolong kategori sangat sadah (>180 mg/L, menurut WHO, 2011) dengan kadar kesadahan tertinggi mencapai 500 mg/L pada Sumur 1. Ditinjau dari pengolahan air minum, seluruh responden telah melakukan perebusan air sebelum diminum. Mayoritas responden juga mengonsumsi air minum ≥ 2 liter / 8 gelas per hari (76.7%). Hasil pemeriksaan kandungan kalsium oksalat pada urine masyarakat mayoritas negatif dengan jumlah 17 responden (56.7%). Adapun responden dengan kandungan kalsium oksalat pada urine positif berjumlah 13 orang (43.3%), terdiri dari positif 1 (+) hingga positif 4 (++++). Berdasarkan kadar kesadahan air sumur, semakin dekat jarak tempat tinggal dengan garis terluar Gunung Sadeng, makin tinggi pula persentase hasil positif kalsium oksalat (CaC2O4) pada urine responden. Jika ditinjau berdasarkan konsumsi air minum harian, pada 23 responden yang mengonsumsi air minum ≥ 2 liter / 8 gelas per hari masih ditemukan 9 responden (39.13%) dengan kandungan kalsium oksalat pada urine positif. Saran yang diberikan berdasarkan penelitian ini adalah bagi pemerintah desa dapat melakukan kolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dalam pengadaan alat filtrasi air sederhana berbasis zeolit yang terjangkau dan memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait penggunaannya. Puskesmas bersama Dinas Kesehatan juga dapat melakukan penyuluhan kesehatan pada masyarakat. Masyarakat juga diharapkan dapat lebih memperhatikan kualitas air dan kebutuhan air minum harian. Bagi peneliti selanjutnya dapat memperluas cakupan sampel air sumur.
dc.description.sponsorshipDPU: Ellyke, S.KM., M.KL.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5502
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectKalsium Oksalat
dc.titleGambaran Kesadahan (CaCO3) Air Sumur dan Kandungan Kalsium Oksalat (CaC2O4) pada Urine Masyarakat (Studi Kasus di Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
MOHAMMAD WILDAN PERMANA - 192110101093.pdf
Size:
590.14 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: