Prediktif Nyeri Punggung Bawah Akut pada Perawat di Berbagai Instalasi Rumah Sakit Swasta Tipe C di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Nyeri punggung bawah merupakan gangguan yang terjadi pada sistem
muskuloskeletal yang masih menjadi masalah umum secara global. Perawat
merupakan salah satu profesi dengan risiko mengalami nyeri punggung bawah. Hal
ini disebabkan karena perawat memiliki tugas harian yang menuntut untuk berada
pada posisi yang tidak ergonomis. Beberapa tugas sehari-hari perawat yang dapat
meningkatkan risiko nyeri punggung bawah yaitu mobilisasi pasien, memasang
infus, memberikan terapi injeksi, posisi berdiri lama, serta beberapa tindakan lain.
Tugas tersebut dilaksanakan oleh perawat di seluruh instalasi rumah sakit, namun
terdapat perbedaan pada frekuensi pelaksaannya pada setiap instalasi. Perbedaan
frekuensi tersebut memungkinkan adannya perbedaan prediktif nyeri punggung
bawah pada perawat di berbagai instalasi. Perawat yang mengalami nyeri punggung
bawah akan menyebabkan penurunan produktifitas dan menimbulkan penurunan
kualitas pelayanan yang diberikan oleh perawat kepada pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prediktif nyeri punggung
bawah pada perawat di berbagai instalasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan
desain exploratory study yang dilaksanakan pada tiga rumah sakit swasta tipe C di
Kabupaten Jember. Populasi pada penelitian ini yaitu perawat yang bertugas pada
instalasi gawat darurat (IGD), instalasi rawat inap, ruang intensif, dan kamar
operasi. Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan rumus Slovin dan diambil
menggunakan perhitungan proportional random sampling sehingga didapatkan
sampel sebanyak 182 perawat yang terdiri dari 28 perawat IGD, 102 perawat rawat
inap, 24 perawat ruang intensif, dan 28 perawat di kamar operasi. Penentuan
prediktif nyeri punggung bawah pada perawat ditentukan dengan menggunakan
kuesioner skiring nyeri punggung bawah akut yang terdiri dari 20 item pertanyaan
dan 3 indikator yaitu sensasi nyeri, keterbatasan fungsi tubuh, dan penurunan
produktifitas. Kuesioner ini telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dan telah
diuji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit Bhaladika Husada Jember.
Analisis data pada penelitian ini dilakukan untuk mendekripsikan hasil yang
didapatkan. Pada penelitian ini didapatkan bahwa usia perawat di berbagai instalasi
rumah sakit swasta tipe C berada diantara 31 tahun dengan lama bekerja berada
diantara 6 tahun dan memiliki indeks masa tubuh yang normal dengan nilai yang
berada diantara 22,51 kg/m2
. Lebih dari 50% perawat di berbagai rumah sakit
berjenis kelamin perempuan dengan sebagian besat tidak memiliki kebiasaan
merokok. Berdasarkan hasil data prediktif nyeri punggung bawah, ditemukan
bahwa 17,9% perawat IGD memiliki kemungkinan mengalami NPB pada 30 hari
kedepan dan 14,3% perawat IGD memiliki kemungkinan mengalami NPB pada
lebih dari 30 hari kedepan. Kemungkinan mengalami NPB pada lebih dari 30 hari
kedepan juga terjadi pada perawat di kamar operasi dan di instalasi rawat inap
dengan jumlah masing-masing yaitu 21,4% dan 2,9%. Pada perawat di ruang
intensif tidak ditemukan perawat yang memiliki kemungkinan mengalami NPB
baik pada 30 hari kedepan atau pada lebih dari 30 hari kedepan.
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, maka peneliti
menyimpulkan bahwa perawat di instalasi gawat darurat memiliki prediktif
mengalami nyeri punggung bawah akut yang tertinggi daripada instalasi lainnya.
Hal ini mungkin disebabkan karena sebagian besaar tindakan keperawatan di
instalasi gawat darurat menuntut pada kekuatan dan kecepatan fisik tubuh. Maka
dari itu peneliti merasa perlu adanya dukungan dari manajemen rumah sakit untuk
melakukan perencaan yang tepat dan komprehensif dalam mencegah terjadinya
nyeri punggung bawah aku pada perawat di setiap instalasi rumah sakit.
Description
Reuploud file repositori 12 Feb 2026_Firli
