Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Miana (Coleus scutellarioides) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa
| dc.contributor.author | Berlian Cepalia Gegana Nusantara | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-29T03:26:26Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-15 | |
| dc.description | Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Sebagai upaya untuk melawan infeksi bakteri, pemakaian antibiotik telah menjadi salah satu metode utama dan efektif. Namun, jika tidak digunakan dengan tepat akan menyebabkan bakteri resisten. Akibatnya efektivitas pengobatan menurun dan infeksi menjadi lebih sulit untuk disembuhkan. Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen oportunistik yang kerap menimbulkan beragam infeksi nosokomial, termasuk infeksi saluran kemih karena penggunaan kateter dan pneumonia yang berhubungan dengan ventilator. Tanaman miana (Coleus scutellarioides) merupakan tumbuhan berbunga yang tergolong dalam famili Lamiaceae dan berasal dari benua Asia. Pada wilayah asia tenggara miana digunakan oleh orang Filipina sebagai obat tetes mata (oftalmia dan konjungtivitas), sakit kepala, pengobatan luka akibat perdarahan, pencernaan dan sinusistis. Daun C. scutellarioides memiliki kandungan flavonoid, terpenoid, alkaloid, serta tanin, dengan flavonoid sebagai konstituen dominan. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun miana terhadap bakteri P. aeruginosa untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol Coleus scutellarioides dengan mengetahui nilai zona hambat ekstrak. Proses ekstraksi daun miana menggunakan metode ultrasonikasi. Metode difusi sumuran digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri, dengan gentamisin sebagai kontrol positif dan DMSO 2% v/v sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri lalu diukur berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk sebagai indikator efektivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran dilakukan pada tiga variasi konsentrasi, yaitu 7,5; 10; dan 20% b/v menghasilkan diameter zona hambat secara bertutut-turut 3,48±0,1; 4,53±0,53; 5,38±0,54 mm. Hasil analisis statistik menggunakan metode One Way ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak daun miana mempunyai aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa dimana urutan aktivitas antibakteri dari yang terbesar adalah ekstrak daun miana konsentrasi 20%, 10%, dan 7,5% b/v. Aktivitas antibakteri ekstrak miana pada konsentrasi 10% dan 20% tidak berbeda bermakna. | |
| dc.description.sponsorship | apt. Dewi Dianasari, S.Farm., M.Farm. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10184 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Faculty of Pharmacy | |
| dc.subject | Coleus scutellarioides | |
| dc.subject | daun miana | |
| dc.subject | antibakteri | |
| dc.title | Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Miana (Coleus scutellarioides) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- Berlian Cepalia Gegana Nusantara 192210101052.pdf
- Size:
- 1.19 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
