Green Synthesis Nanopartikel Perak (AgNPs) dengan Bioreduktor Ekstrak Air Daun Kesambi (Schleichera Oleosa (Lour.) Merr.) dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antioksidan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Nanopartikel perak (AgNPs) adalah salah satu nanoteknologi yang
mendapat perhatian khusus dalam bidang penelitian karena sifat uniknya seperti
konduktivitas listrik yang baik, stabilitas kimia, aktivitas katalitik dan mempunyai
aktivitas biologis. Istilah green synthesis digunakan untuk sintesis nanopartikel
menggunakan bioreduktor alami seperti ekstrak tanaman yang cenderung lebih
aman, ramah lingkungan, sederhana, mudah, hemat biaya, dan pengerjaannya butuh
waktu yang relatif singkat. Ekstrak tanaman dapat digunakan sebagai bioreduktor
karena mengandung metabolit golongan fenolik dan polifenol yang berperan
penting dalam proses reduksi. Selain itu, senyawa metabolit sekunder lain dalam
tumbuhan akan berperan sebagai capping agent yang berfungsi untuk mencegah
aglomerasi pada nanopartikel perak yang terbentuk. Salah satu tanaman yang dapat
digunakan sebagai bioreduktor dan capping agent pada sintesis AgNPs adalah daun
kesambi (Schleichera Oleosa (Lour.) Merr.). Ekstrak daun kesambi diketahui
memiliki kandungan fenolik yang diketahui memiliki peran sebagai antioksidan dan
berpotensi digunakan sebagai bioreduktor dan capping agent dalam sintesis
AgNPs. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan pada penelitian ini yaitu
melakukan sintesis AgNPs menggunakan ekstrak daun kesambi sebagai agen
bioreduktor dan capping agent, mengkarakterisasi AgNPs serta menguji
aktivitasnya sebagai antioksidan.
Proses awal yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penyiapan sampel daun
kesambi yang dikeringkan untuk pembuatan serbuk simplisia daun kesambi.
Selanjutnya dilakukan penetapan kadar fenolik total pada ekstrak air daun kesambi
untuk mengkonfirmasi kandungan fenolik pada ekstrak konsentrasi 0,5%; 1% dan
1,5% yang kemudian digunakan untuk optimasi komposisi sintesis AgNPs.
Dilakukan optimasi komposisi dan kondisi sintesis agar menghasilkan AgNPs yang stabil dan optimum. AgNPs yang optimum selanjutnya dikarakterisasi
menggunakan spektrofotometri UV-Vis, FT-IR, Particle Size Analysis (PSA) dan
Scanning Electron Microscopy (SEM). Langkah terakhir dilakukan uji aktivitas
antioksidan pada ekstrak air daun kesambi, AgNPs dan vitamin C sebagai kontrol
positifnya dengan menggunakan metode DPPH.
Hasil penetapan kadar fenolik total ekstrak air daun kesambi konsentrasi
0,5%; 1% dan 1,5% berturut-turut 21,766; 38,143 dan 61,108 mgGAE/100 mL.
Optimasi sintesis AgNPs didapatkan pada ekstrak air daun kesambi 1% dengan
komposisi ekstrak: AgNO3 : Aquabidest (0,5:1:3) selama 70 menit suhu 60℃.
AgNPs optimum memiliki panjang gelombang maksimum sebesar 415 nm dengan
absorbansi 0,808. Karakterisasi FT-IR menunjukkan gugus fungsi yang berperan
sebagai agen bioreduktor dan capping agent adalah gugus fenolik. PSA
menunjukkan AgNPs dari ekstrak air daun kesambi memiliki Z-average sebesar
78,5 nm dengan indeks polidispersitas sebesar 0,382. Mikroskop SEM
mengkonfirmasi bahwa AgNPs yang terbentuk memiliki struktur morfologi rata-
rata berbentuk spheris dengan rentang ukuran partikel 76,37 – 82,53 nm. Hasil uji
aktivitas antioksidan ketiga sampel menunjukkan kategori aktivitas sangat kuat
dengan rata-rata nilai IC50 vitamin C 3,799 ± 0,108 ; ekstrak air daun kesambi
sebesar 46,983 ± 1,294 dan AgNPs sebesar 41,837 ± 0,540 μg/mL.
Description
Reupload File Repositori 20 Februari 2026_Rudi H/Ardi
