Pengembangan Agroindustri Berkelanjutan dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular pada PT Gading Mas Indonesia Teguh

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

PT Gading Mas Indonesia Teguh merupakan perusahaan agroindustri yang bergerak di bidang produksi edamame dan berperan penting dalam ekspor hortikultura dari Kabupaten Jember. Penerapan ekonomi linear dengan pendekatan ambil-olah buang masih mendominasi sistem produksi edamame di PT Gading Mas Indonesia Teguh. Pola ini menyebabkan akumulasi limbah yang tidak dimanfaatkan secara optimal dan peningkatan emisi, yang berdampak negatif terhadap lingkungan serta belum sepenuhnya mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial (Obaisi et al., 2022). Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya secara sirkular, perusahaan mulai melakukan langkah awal menuju ekonomi sirkular, yakni membentuk sistem yang mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan serta memanfaatkan panel surya sebagai energi terbarukan. Integrasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan limbah edamame sebagai pakan ternak, kemudian mengolah kotoran ternak menjadi kompos yang dimanfaatkan kembali untuk budidaya edamame. Sistem ini memungkinkan terciptanya siklus produksi tertutup (cradle-to cradle) yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan peluang nilai tambah dan efisiensi sumber daya (Evans et al., 2017). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial dari sistem produksi edamame pada 2 (dua) kondisi: tanpa dan dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular serta merumuskan skenario perbaikan yang mendukung keberlanjutan agroindustri. Metode yang digunakan mencakup life cycle assessment (LCA) dengan pendekatan cradle-to-gate dan cradle to-cradle untuk mengukur dampak lingkungan, mengacu pada ISO 14040 (2016) dan menggunakan metode ReCiPe 2016 (Huijbregts et al., 2017). Dampak ekonomi dianalisis melalui perhitungan biaya produksi, efisiensi usaha menggunakan rasio R/C, dan break even point (BEP), sementara dampak sosial dievaluasi secara kualitatif melalui wawancara terhadap pekerja, komunitas lokal, dan pelaku rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan penerapan ekonomi sirkular menurunkan nilai global warming secara signifikan, yaitu dari 1,07 × 104 kg CO2 eq/ha menjadi 2,85 × 103 kg CO2 eq/ha. Penurunan juga terjadi pada nilai stratospheric ozone depletion,

Description

Reaploud Repository 13 April-agus

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By