Analisis Asosiasi Spasial Kasus Tuberkulosis dengan Rumah Sehat di Provinsi Jawa Timur Tahun 2022-2024
| dc.contributor.author | Rizqi Faza Nurmusfiroh | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-25T03:28:05Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-19 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 25 Juni 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Latar belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Provinsi Jawa Timur menempati urutan kedua tertinggi di Indonesia dalam jumlah kasus tuberkulosis, dengan peningkatan dari 78.799 kasus (2022) menjadi 90.863 kasus (2024). Kondisi rumah sehat merupakan faktor lingkungan yang diduga berkaitan dengan persebaran kasus tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan menganalisis asosiasi spasial antara kasus tuberkulosis dengan rumah sehat di Provinsi Jawa Timur tahun 2022–2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Populasi mencakup seluruh 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dengan total sampling. Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2022–2024. Analisis dilakukan menggunakan metode Moran's I dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan 999 permutasi. Hasil: Kasus tuberkulosis lebih dominan pada kelompok usia >14 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Kota Surabaya secara konsisten memiliki kasus tertinggi, sementara Kota Blitar terendah. Analisis autokorelasi spasial univariat tuberkulosis menunjukkan pola mengelompok signifikan pada seluruh tahun pengamatan (Moran's I 2022: 0,315; 2023: 0,369; 2024: 0,375) dengan hotspot di Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, dan Kabupaten Sidoarjo, serta coldspot di Kabupaten Magetan dan Ponorogo. Rumah sehat tidak menunjukkan autokorelasi spasial yang signifikan pada tahun 2022–2024. Analisis bivariat menunjukkan asosiasi spasial signifikan pada tahun 2022 dan 2023, namun tidak pada tahun 2024. Simpulan: Terdapat asosiasi spasial antara kasus tuberkulosis dengan rumah sehat yang tidak konsisten antarwilayah dan antartahun di Provinsi Jawa Timur. Wilayah hotspot Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo perlu menjadi prioritas intervensi melalui active case finding dan peningkatan koordinasi lintas kabupaten/kota. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Irma Prasetyowati, S.KM., M.Kes. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10057 | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Tuberkulosis | |
| dc.subject | Rumah Sehat | |
| dc.subject | Analisis Spasial | |
| dc.subject | Moran's I | |
| dc.subject | Lisa | |
| dc.title | Analisis Asosiasi Spasial Kasus Tuberkulosis dengan Rumah Sehat di Provinsi Jawa Timur Tahun 2022-2024 | |
| dc.type | Thesis |
