Pengaruh Media Virtual Reality Google Art and Culture Berbasis Blended Learning Terhadap Student Engagment pada Pembelajaran Sejarah
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat student engagement cenderung menurun ketika peserta didik memasuki jenjang sekolah menengah. Kondisi tersebut ditandai dengan rendahnya perhatian, partisipasi, motivasi belajar, serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan bahwa peserta didik di Indonesia masih mengalami kesulitan memahami materi pembelajaran dan memiliki tingkat keterlibatan belajar yang rendah sehingga berdampak pada efektivitas pembelajaran (Pratiwi et al., 2025). Permasalahan tersebut juga ditemukan pada pembelajaran sejarah di SMAN 1 Jember, di mana sebagian peserta didik menunjukkan antusiasme yang rendah, kurang aktif bertanya dan berdiskusi, serta masih mengandalkan hafalan dalam memahami materi sejarah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan student engagement, salah satunya melalui pemanfaatan media virtual reality google arts and culture berbasis blended learning. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana pengaruh media virtual reality google arts and culture berbasis blended learning terhadap student engagement pada pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan virtual reality google arts and culture berbasis blended learning berbasis blended learning terhadap student engagement dalam pembelajaran Sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan model pretest posttest, non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari 72 peserta didik pada kelas X10 dan X11 SMAN 1 Jember. Metode penelitian menggunakan survey dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan uji One Way ANCOVA berbantuan software SPSS 27 for windows dan Nvivo 15. Berdasarkan kerangka teori konstruktivisme sosial Vygotsky, ditemukan bahwa fitur-fitur pada media ini berkontribusi secara berbeda terhadap masing masing dimensi student engagement. Fitur street view dan art camera mendorong emotional engagement melalui sense of presence yang menumbuhkan respons afektif positif, hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata 3,75 kategori sangat tinggi dan koding happy sebesar 75%. Fitur museum virtual dan koleksi artefak digital mendorong behavioral engagement melalui eksplorasi mandiri yang membentuk actual developmental level peserta didik. Sementara itu, fitur informasi deskriptif pada setiap koleksi serta integrasi video 360 derajat berperan sebagai scaffolding tahap lanjut yang mendorong cognitive engagement melalui bimbingan pendidik sebagai fasilitator, sebagaimana ditunjukkan oleh koding ask the teacher dengan persentase tertinggi sebesar 100%, sehingga peserta didik tidak sekadar menghafal fakta melainkan menganalisis dan memaknai peristiwa sejarah. Ketiga tahapan tersebut saling berkaitan, di mana eksplorasi mandiri pada tahap awal perlu ditindaklanjuti dengan interaksi sosial bersama pendidik untuk mencapai potential developmental level dalam Zone of Proximal Development. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan penggunakan media virtual reality google arts and culture berbasis blended learning memberikan hasil signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 sehingga H01 ditolak dan Ha1 diterima dengan nilai effect size pada nilai partial eta square sebesar 81,6%, dengan demikian hasil analisis wawancara menunjukkan bahwa peserta didik memberikan respon positif selama proses pembelajaran melalui keterlibatan pada aspek behavioral engagement, emotional engagement, dan cognitive engagement, sehingga penggunaan media virtual reality google arts and culture berbasis blended learning mampu menciptakan pengalaman belajar sejarah yang lebih interaktif dan menarik bagi peserta didik.
Description
Finalisasi September 2026_Yudi
