Hubungan Antara Intensitas Kebisingan Lalu Lintas dengan Konsentrasi Belajar pada Siswa SMPN 2 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Peningkatan jumlah kendaraan bermotor secara nasional sebesar 5,16% per tahun meningkatkan kebisingan lalu lintas yang berdampak buruk pada kesehatan pendengaran maupun non-pendengaran, seperti psikologis termasuk penurunan konsentrasi belajar. Gangguan konsentrasi paling sering terjadi, terutama pada siswa di sekolah yang berlokasi dekat jalan raya, seperti SMPN 2 Jember. Berdasarkan studi pendahuluan pada November 2025, intensitas kebisingan di SMPN 2 Jember mencapai 76 dB. Nilai tersebut telah melebihi ambang batas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan, mengatur batas kebisingan yang dapat diterima di fasilitas pendidikan adalah 55 dB(A). Tingginya intensitas kebisingan ini berhubungan langsung dengan volume kendaraan yang melintas selama jam pelajaran, yang berdasarkan hasil perhitungan mencapai 369 kendaraan. Dampak kebisingan ini ditunjukkan dari keluhan siswa berupa kesulitan menyerap materi pelajaran dan penurunan kemampuan kognitif. Berdasarkan keadaan tersebut, tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara intensitas kebisingan lalu lintas dengan konsentrasi belajar pada siswa SMPN 2 Jember.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari-Maret 2026. Populasi pada penelitian ini adalah 314 siswa dengan sampel 83 responden yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran kebisingan pada 13 titik sampling menggunakan Sound Level Meter dan data konsentrasi siswa dilakukan dengan menggunakan instrumen Grid Concentration Test. Selain itu, dilakukan observasi dan dokumentasi untuk mengetahui lingkungan fisik SMPN 2 Jember yang meliputi aspek konstruksi bangunan dan jenis vegetasi di lingkungan sekolah. Analisis data menggunakan uji chi-square dan fisher exact test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi bangunan seperti dinding, pintu, dan jendela serta keberadaan vegetasi di sekitar sekolah memiliki peran dalam mereduksi kebisingan yang masuk ke dalam ruangan. Pada karakteristik individu responden didominasi oleh siswa berjenis kelamin perempuan dan berada pada rentang usia 12–13 tahun yang merupakan kategori remaja awal . Sedangkan hasil pengukuran tingkat kebisingan di luar ruangan lebih tinggi dibandingkan di dalam ruangan. Hal ini berkaitan dengan hasil pengukuran konsentrasi belajar siswa yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat konsentrasi yang rendah dengan skor ≤10. Berdasarkan hasil uji chi-square dan fisher exact test diketahui bahwa faktor yang berhubungan dengan konsentrasi belajar siswa adalah usia (p-value = 0,013) dan intensitas kebisingan lalu lintas yang terbagi menjadi 2 sesi pengukuran yaitu sesi pagi hari (p-value = 0,021) dan sesi siang hari (p-value = 0,008). Faktor yang tidak berhubungan dengan konsentrasi belajar siswa adalah jenis kelamin (p-value = 1,000).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan intensitas kebisingan lalu lintas dengan konsentrasi belajar pada siswa SMPN 2 Jember. Saran penelitian ini adalah diharapkan pihak SMPN 2 Jember dapat menambah vegetasi di lingkungan sekolah seperti sebe, likuan-yu, kekaretan, akasia dan johar, serta selama pembelajaran dapat menerapkan Pomodoro Technique dan metode interaktif seperti diskusi, problem-based learning, kuis. Melakukan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk penyusunan kebijakan standar kenyamanan belajar dan pelatihan strategi coping noise bagi guru. Pembatasan kendaraan berat pada pagi hari, pengaturan ulang durasi lampu hijau APILL, pemasangan rambu larangan parkir dan berhenti di sekitar persimpangan, penempatan petugas lalu lintas pada jam sibuk sekolah, serta pelaksanaan analisis dampak lalu lintas di kawasan SMPN 2 Jember juga perlu dilakukan oleh Dinas Perhubungan. Selain itu, pengkajian ulang perlu dilakukan dengan menambahkan titik sampling ruang kelas yang jauh dari sumber kebisingan untuk mendapatkan data pembanding yang lebih akurat.
Description
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 15 Juni 2026
