Akuntansi Pisuke: Sebuah Negosiasi Penentuan Nilai Pisuke Dalam Adat Perkawinan Suku Sasak (Studi Kasus Adat Perkawinan Marga Sasak Lombok)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Budaya pisuke yang berkaitan dengan istilah bride pricing akan membahas
aspek akuntansi, yaitu proses penetapan harga. Semua ini merupakan proses
akuntansi yang terjadi karena hubungan antar individu dalam tatanan masyarakat.
Fenomena yang sangat menarik bagi peneliti adalah budaya pisuke ini merupakan
sejumlah uang atau barang yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak
perempuan di luar mahar pasca merariq dalam adat Sasak.
Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui dan memahami
bagaimana proses identifikasi dan pengukuran nilai pisuke dilakukan dalam adat
perkawinan suku marga Sasak di Lombok. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah studi
kasus etnografi karena fokus penelitian menggali pemahaman mendalam terhadap
praktik akuntansi dan budaya dalam proses penentuan nilai pisuke yang tidak dapat
diukur dengan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam kajian ini
dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menganalisis terhadap proses pisuke dalam perkawinan
adat Sasak menunjukkan relevansi dengan prinsip akuntansi, khususnya dalam hal
identifikasi dan pengukuran transaksi ekonomi. Proses negosiasi nilai pisuke
mengandung dimensi etika utilitarianisme (kesepakatan adat). pengidentifikasian
dalam penentuan pisuke status sosial keluarga bangsawan, pendidikan dan
pekerjaan perempuan semakin tinggi pendidikan atau profesi perempuan, semakin
besar pisuke. menentukan pengukuran pisuke diwujudkan dalam uang tunai, emas,
barang adat atau warisan bisa berupa kain tenun, keris, tanah, atau ternak, sesuai
kesepakatan musyawarah. Meskipun secara nominal terlihat tidak seimbang,
namun secara substansial kedua belah pihak memperoleh proporsi manfaat dan
kerugian yang setara. Temuan penelitian ini dinilai valid karena mampu
mengungkapkan mekanisme akuntansi dalam pisuke, di mana identifikasi berfungsi
untuk mencatat peristiwa yang memenuhi kriteria transaksi. Setiap tahapan pisuke
melibatkan perubahan kas melalui pengeluaran dari kedua belah pihak, sehingga
transaksi ini layak diakui sebagai objek pengukuran akuntansi. Penelitian ini juga
mengungkap bahwa penerapan nilai wajar (fair value) berdasarkan harga pasar
berlaku sebagai metode paling tepat, dimana pencatatan nilai transaksi dilakukan
pada saat terjadinya peristiwa pisuke.
Description
Reupload file repositori 2 februari 2026_Ratna/dea
