Strategi Pelaksanaan Program Sekolah Orang Tua Hebat (Studi Deskriptif di Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Masalah stunting masih menjadi perhatian nasional karena salah satu
dampak yang nyata adalah akan menurunkan kualitas sumber daya manusia di
kemudian hari. Adapun upaya yang dilakukan pemerintah salah satunya dengan
pendekatan yang disebut sebagai intervensi sensitif, yaitu melalui edukasi keluarga,
seperti yang dilakukan dalam Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) oleh
BKKBN. Penelitian bertujuan untuk mengetahui, menjelaskan, dan menganalisis
strategi pelaksanaan program SOTH oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di
Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso. Selama pelaksanaan program SOTH, PKB selaku pelaksana program
menemui berbagai tantangan yang berisiko menghambat berjalannya program.
meskipun BKKBN telah mengeluarkan panduan dan aturan terkait pelaksanaan
program, akan tetapi peraturan tersebut tidak serta merta dapat menyelesaikan
tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu PKB berada di posisi dilematis antara
tetap mengikuti peraturan dan panduan yang tersedia atau mengambil langkah lain
sebagai strategi mereka untuk mengatasi tantangan yang mereka hadapi. Sehingga
penelitian ini berfokus pada strategi pelaksanaan program SOTH dalam mengatasi
tantangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Informan terdiri dari pelaksana program (PKB dan fasilitator) serta
peserta alumni program SOTH desa Penambangan. Lokasi penelitian dipilih secara
purposive karena pada Desa Penambangan merupakan salah satu wilayah memiliki
fasilitator tetap selama tiga angkatan yang berbeda. Data dianalisis dengan pendekatan berdasarkan teori dari Miles dan Huberman, dengan keabsahan data
diuji melalui triangulasi teknik dan sumber.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi pelaksanaan program
dilakukan melalui tiga tahap: sebelum pelaksanaan melalui pendekatan dengan
tokoh masyarakat dan sosialisasi, saat pelaksanaan dengan melakukan adaptasi
metode pembelajaran, pelibatan fasilitator lokal, dan koordinasi lintas sektor, dan
setelah pelaksanaan dengan melakukan evaluasi rutin. PKB juga melakukan
penyesuaian terhadap pedoman program dengan mempertimbangkan kondisi
lapangan dan kebutuhan peserta. Temuan juga menunjukkan bahwa strategi
pelaksanaan yang kontekstual mampu menjembatani perbedaan antara pedoman
program dan tantangan di lapangan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi PKB di Desa
Penambangan, Kecamatan Curahdami bersifat adaptif dan partisipatif, serta mampu
menjawab kendala teknis dan struktural yang muncul selama pelaksanaan program
SOTH. Strategi ini berkontribusi pada tercapainya penurunan angka stunting secara
signifikan, sebagaimana dibuktikan melalui capaian penghargaan tingkat
kabupaten. Peneliti menyarankan agar perancangan program seperti SOTH disusun
dengan mempertimbangkan fleksibilitas daerah dan memperkuat peran pelaksana
lapangan. Harapannya, pelaksanaan SOTH di Desa Penambangan dapat menjadi
contoh pembelajaran bagi wilayah lain dengan kondisi yang serupa.
Description
Reupload file repositori 30 januari 2026_Kurnadi/Mita
