Deteksi Dini Risiko Penyakit Hipertensi Melalui Pendekatan Pola Makan pada Pralansia–Lansia yang Tinggal di Pesisir dan Perkotaan Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Hesti Syahwa Yuliana | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T01:19:53Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-13 | |
| dc.description | Reupload file repositori 04 Februari 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara pola makan terhadap risiko terjadinya penyakit hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel bebas dari penelitian ini adalah pola makan, variabel terikat adalah penyakit hipertensi. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dari hasil pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter merk tensione dan pengisian kuesioner FFQ. Data dianalisis dengan diawali uji validitas dan reliabilitas dan dilanjutkan dengan uji mann whitney untuk mengetahui perbedaan pola makan antara perkotaan dan pesisir serta uji chi-square untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap risiko terjadinya penyakit hipertensi pada masyarakat pralansia – lansia yang tinggal pesisir dan perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pola makan masyarakat perkotaan dan pesisir dari hasil uji mann-whitney (p value<0,05). Untuk melihat hubungan antara pola makan dengan terjadinya penyakit hipertensi dilakukan analisis data dengan uji chi-square apabila p value<0,05, artinya terdapat hubungan signifikan antara jenis makanan terhadap terjadinya penyakit hipertensi. Jenis makanan yang memiliki hubungan signifikan dengan terjadinya penyakit hipertensi pada masyarakat pralansia dan lansia perkotaan adalah mie (RR=1,640), telur ayam (RR=3,436), jeroan (RR=2,571), fastfood (RR=3,360), dan gorengan (RR=5,072). Pada masyarakat pralansia-lansia daerah pesisir jenis makanan yang memiliki hubungan yang signifikan dengan terjadinya penyakit hipertensi adalah telur ayam (RR=1,829), ikan laut (RR=0,503), susu (RR=0,430), sayur bersantan (RR=1,667), dan buah-buahan (RR=0,535). Dari nilai RR dapat dilihat apabila >1 artinya apabila mengonsumsi jenis makanan tersebut sering maka memiliki risiko sebesar (RR) kali terhadap terjadinya hipertensi dibandingkan seseorang yang jarang mengonsumsinya. Namun, apabila nilai RR<1 artinya jenis makanan tersebut protektif atau apabila semakin sering jenis makanan tersebut dikonsumsi maka risiko terhadap terjadinya hipertensi semakin rendah dibandingkan seseorang yang jarang mengonsumsinya. | |
| dc.description.sponsorship | Prof. drg. Dwi Prijatmoko, Ph.D - Dr. drg. Suhartini, M.Biotech | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1384 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Deteksi Dini Risiko Penyakit | |
| dc.subject | Penyakit Hipertensi | |
| dc.subject | Pola Makan | |
| dc.subject | Pralansia-Lansia | |
| dc.subject | Pesisir | |
| dc.subject | Perkotaan | |
| dc.title | Deteksi Dini Risiko Penyakit Hipertensi Melalui Pendekatan Pola Makan pada Pralansia–Lansia yang Tinggal di Pesisir dan Perkotaan Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
