Analisis Berpikir Mekanistik Siswa SMA Tentang Perpindahan Panas Pada Sistem Solar Dryer Tertutup

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Penelitian berjudul “Analisis Berpikir Mekanistik Siswa SMA tentang Perpindahan Panas pada Sistem Solar Dryer Tertutup” membahas kemampuan berpikir mekanistik siswa dalam memahami fenomena perpindahan panas menggunakan sistem solar dryer tertutup sebagai media kontekstual pembelajaran fisika. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menjelaskan mekanisme perpindahan panas secara ilmiah akibat pembelajaran fisika yang masih bersifat teoretis dan berpusat pada hasil akhir. Model Problem Based Learning (PBL) yang diterapkan di SMA Negeri 3 Jember belum terlaksana secara menyeluruh karena guru lebih berfokus pada metode ceramah, diskusi, dan latihan soal, sementara keterbatasan alat laboratorium menghambat kegiatan praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir mekanistik siswa dalam memahami proses perpindahan panas menggunakan sistem solar dryer tertutup sebagai media kontekstual, serta mengidentifikasi aspek-aspek berpikir mekanistik yang muncul selama proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap 33 siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 3 Jember. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, analisis hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan dokumentasi kegiatan belajar. Analisis dilakukan berdasarkan tujuh indikator berpikir mekanistik, yaitu kemampuan mendeskripsikan fenomena, mengenali kondisi awal, mengidentifikasi entitas, aktivitas, sifat material, organisasi antarentitas, dan merangkai hubungan antarproses dalam mekanisme perpindahan panas. Proses analisis melibatkan tahap reduksi, penyajian, dan verifikasi data untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kemampuan berpikir mekanistik siswa pada konteks pembelajaran fisika berbasis media solar dryer tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator berpikir mekanistik muncul dengan frekuensi yang berbeda. Indikator dasar seperti Identifying Entities (IE) dan Identifying Activities (IA) paling banyak muncul, menunjukkan bahwa siswa mampu mengenali komponen utama sistem dan aktivitas fisis dasar. Sementara indikator lanjutan seperti Identifying Organization of Entities (IOE) dan Chaining (C) hanya muncul pada sebagian kecil siswa yang mampu menjelaskan hubungan antar proses secara lebih sistematis. Pembelajaran menggunakan media solar dryer tertutup terbukti membantu siswa memahami konsep perpindahan panas secara konkret, meskipun kemampuan dalam menyusun penjelasan mekanistik yang utuh masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan eksploratif dan reflektif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis solar dryer tertutup efektif dalam menumbuhkan dasar berpikir mekanistik siswa, terutama dalam mengenali entitas dan aktivitas utama dalam sistem perpindahan panas. Namun, kemampuan untuk menjelaskan keterhubungan antarentitas dan menyusun mekanisme ilmiah secara lengkap masih terbatas. Penguatan pembelajaran dengan model Discovery Learning direkomendasikan agar siswa dapat mengembangkan penalaran ilmiah yang lebih mendalam melalui proses observasi, pengamatan langsung, dan penemuan konsep. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kemampuan berpikir mekanistik secara sistematis dan berkelanjutan.

Description

Reupload Repositori File 03 Juni 2026_Kholif Basri Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By