Pengaruh Temperatur Udara Inlet Gasifikasi Kulit Kopi Terhadap Performa Gasoline Electrical Generator Berbahan Bakar Syngas
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Krisis energi global dan meningkatnya ketergantungan terhadap bahan
bakar fosil mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui
teknologi gasifikasi biomassa. Gasifikasi merupakan proses termokimia yang
mengubah bahan organik yang mengandung karbon menjadi gas sintetis (syngas)
yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Kulit kopi, sebagai limbah pertanian
yang memiliki nilai kalor tinggi dan kandungan sulfur rendah, berpotensi besar
untuk digunakan sebagai bahan baku gasifikasi.Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh variasi temperatur udara inlet terhadap kualitas syngas dan
performa gasoline electrical generator. Udara inlet divariasikan pada temperatur
30°C, 100°C, 170°C, 240°C, dan 310°C, kemudian dialirkan ke dalam reaktor
gasifikasi tipe crossdraft dengan bahan bakar kulit kopi. Syngas yang dihasilkan
digunakan untuk mengoperasikan generator, dengan parameter yang diamati
meliputi temperatur reaktor, kadar tar, komposisi syngas (CH₄, CO, H₂, CO₂), serta
performa generator (daya, arus, konsumsi bahan bakar, putaran mesin, dan
efisiensi).Hasil menunjukkan bahwa peningkatan temperatur udara inlet
memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter. Pada temperatur
310°C, temperatur reaktor meningkat hingga 665,7°C, kandungan CO dan H₂ dalam
syngas meningkat masing-masing menjadi 26% dan 20%, kadar tar menurun secara
signifikan, dan daya listrik yang dihasilkan mencapai 1159 watt dengan efisiensi
konversi sebesar 28%. Kesimpulannya, peningkatan temperatur udara inlet secara
signifikan dapat meningkatkan temperatur reaktor, memperkaya kandungan gas
reaktif dalam syngas (CO dan H₂), menurunkan produksi tar yang tidak diinginkan,
serta meningkatkan performa sistem gasoline electrical generator
Description
Reupload file repositori 18 februari 2026_ratna/dea
