Variasi Sifat Agronomi dan Kandungan Nutrisi Beberapa Varietas Padi Japonica
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Padi (Oryza sativa L) merupakan salah satu dari tiga tanaman pangan
utama yang banyak dikembangkan di berbagai wilayah dunia terutama di Asia. Di
Indonesia, beras telah menjadi salah satu bahan pangan utama. Kebutuhan beras
yang cukup tinggi, menghendaki untuk meningkatkan kebutuhan beras dengan
kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi. Varietas unggul merupakan salah satu
komponen teknologi yang memiliki peran nyata dalam meningkatkan kuantitas
dan kualitas hasil komoditas pertanian. Perolehan varietas unggul dapat dicapai
salah satunya dengan introduksi varietas dari negara lain yang memiliki daya
stabilitas tinggi dengan penampilan agronomi baik, hasil lebih tinggi dan memiliki
sifat agronomis baik dapat digunakan sebagai sumber gen atau tetua dalam
perbaikan varietas (Asadi, 2014).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh; (1) Memilih dan
menentukan varietas padi berdasarkan kuantitas dan kualitas hasil; (2)
menentukan besarnya sifat yang dipengaruhi oleh ragam genetik sehingga dapat
diwariskan dan (3) menentukan beberapa sifat yang dapat digunakan untuk
pengembangan seleksi.
Percobaan dilaksanakan di dua tempat yakni di pertanian lahan Tegal Besar
Jember dan di Laboratorium CDAST Universitas Jember yang dilaksanakan mulai
bulan November 2015 hingga April 2016. Percobaan menggunakan rancangan
acak kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari 11 perlakuan varietas,
diantaranya yaitu Ciherang (V4) dan 10 varietas padi Japonica yaitu Cheong –
cheong (V1), Nampyeong (V2), Naghdong (V3), Junam (V5), Chucheong (V6),
Pungmi (V7), Hwayoung (V8), Samgang (V9), Baekjinju (V10) dan Ilpum (V11)
yang diperoleh dari Korea Selatan serta 3 Ulangan. Perbedaan data hasil
percobaan dari setiap perlakuan yang dicobakan diuji menggunakan sumber
keragaman (ANOVA). Apabila terdapat perbedaan diantara kedua perlakuan maka akan dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Uji Duncan) pada taraf 5 persen
untuk mengetahui perlakuan yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas
tanaman padi. Variabilitas diduga dengan menggunakan analisis komponen
Ragam yang didasarkan pada nilai kuadrat tengah. Heritabilitas dan Koefisien
keragaman genetik diduga menggunakan analisis komponen ragam serta Analisis
Komponen Utama.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa: (1) varietas Chucheong (V6)
memiliki kuantitas hasil yang baik dengan bobot gabah isi perrumpun dan bobot
gabah isi per 1000 biji yakni sebesar 33,50 g dan 35,77 g serta hasil tinggi yakni
sebesar 8,37 ton/ha dan memiliki kualitas yang baik dengan kandungan
karbohidrat 83,45 persen; (2) terdapat 12 sifat dengan nilai keragaman genetik
tinggi yang dapat diturunkan pada generasi selanjutnya dengan nilai berkisar 66
persen hingga 98,52 persen diantaranya yaitu hasil, bobot gabah isi per 1000 biji,
bobot gabah isi per rumpun, bobot gabah isi per malai, jumlah gabah isi per malai,
jumlah malai, jumlah anakan, panjang malai, tinggi tanaman, kandungan amilosa,
protein total dan kandungan air; (3) terdapat 5 sifat yang memiliki nilai
Heritabilitas tinggi dan Hasil Analisis Komponen Utama 1 yaitu hasil, bobot
gabah isi per rumpun, bobot gabah isi per malai, panjang malai, dan tinggi
rumpun sehingga dapat digunakan sebagai bahan dalam pengembangan seleksi.
Description
reupload file repositori 20 mei 2026_kurnadi/citra
:: Finalisasi Repositori File 12 Juni 2026_Kurnadi
