Hubungan antara Karakteristik Maternal dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Patrang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Anemia pada kehamilan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai dan berdampak serius terhadap kesehatan ibu maupun janin. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jember tahun 2023, tercatat sebanyak 837 kasus anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Patrang, sehingga wilayah ini menjadi daerah dengan angka kejadian anemia tertinggi di Kabupaten Jember. Anemia pada kehamilan diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, antara lain persalinan prematur, perdarahan pascapersalinan, berat bayi lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Karakteristik maternal menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penentuan strategi pencegahan dan intervensi anemia pada ibu hamil, karena melalui identifikasi karakteristik maternal berisiko, luaran kehamilan yang merugikan dapat dicegah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik maternal dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Patrang Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pendekatan retrospektif. Data penelitian diperoleh dari rekam medis ibu hamil di Puskesmas Patrang pada tahun 2024–2025 melalui lembar observasi karakteristik maternal. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 162 responden, yang terdiri atas 81 ibu hamil dengan anemia sebagai kelompok kasus dan 81 ibu hamil tanpa anemia sebagai kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji fisher exact pada variabel yang memiliki tabel kontingensi 2x2, dan uji chi square exact pada variabel yang memiliki tabel kontingensi lebih dari 2x2 untuk mengetahui hubungan antara karakteristik maternal dengan kejadian anemia pada ibu hamil, xi serta perhitungan odds ratio (OR) dengan interval kepercayaan 95% (CI 95%) untuk mengetahui besar peluang terjadinya anemia pada masing-masing variabel. Hasil analisis bivariat menggunakan uji fisher exact dan chi-square menunjukkan bahwa karakteristik maternal meliputi usia ibu hamil, usia kehamilan, indeks massa tubuh sebelum kehamilan, paritas, riwayat keguguran, jarak kelahiran, dan penggunaan suplemen zat besi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p-value <0,05). Selanjutnya, hasil uji odds ratio (OR) menunjukkan bahwa usia ibu hamil, usia kehamilan, indeks massa tubuh sebelum kehamilan, paritas, dan penggunaan suplemen zat besi merupakan faktor yang memiliki peluang signifikan terhadap terjadinya anemia pada ibu hamil. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ibu hamil dengan karakteristik maternal berisiko memiliki peluang lebih besar untuk mengalami anemia dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki karakteristik maternal tidak berisiko. Meskipun demikian, karakteristik maternal bukan merupakan satu-satunya penyebab kejadian anemia pada ibu hamil, karena masih terdapat faktor eksternal lain yang berpotensi berperan dalam terjadinya anemia selama kehamilan. Peningkatan risiko terjadinya anemia pada ibu hamil di usia yang lebih tua dikarenakan secara fisiologis tubuh akan mengalami perubahan seiiring bertambahnya usia. Usia kehamilan yang tinggi lebih cenderung mengalami anemia dikarenakan terdapat peningkatan kebutuhan zat besi seiring mendekatnya waktu persalinan. BMI <18,5 mencerminkan bahwasanya perilaku konsumsi dan status nutrisi ibu kurang dari kebutuhan ibu hamil sehingga anemia memiliki kemungkinan besar dapat terjadi. Kejadian anemia yang banyak ditemukan diibu dengan paritas ≥3 terjadi karena penurunan fungsi organ organ penunjang kehamilan yang mempengaruhi sirkulasi darah. Anemia lebih mungkin terjadi pada bu yang memiliki riwayat keguguran karena memiliki kadar hepcidin yang lebih banyak dibandingkan ibu hamil yang tidak memiliki riwayat keguguran. Jarak kehamilan yang terlalu singkat dapat menyebabkan terjadinya anemia dikarenakan persiapan ibu yang kurang untuk mengalami kehamilan kembali. Suplemen zat besi berperan penting dalam menunjang kehamilan, sehingga ibu hamil yang tidak menggunakan suplemen zat besi akan lebih cenderung untuk mengalami anemia. xii Puskesmas sebagai institusi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan upaya deteksi dini melalui karakteristik maternal yang diketahui memiliki hubungan dengan kejadian anemia. Perawat juga diharapkan mampu untuk melakukan deteksi dini, edukasi dan pemeriksaan lanjutan seperti kelelahan dan potensi komplikasi kehamilan pada ibu hamil khususnya yang memiliki faktor faktor risiko yang terlihat dari karakteristik maternalnya. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar dan dilakukan analisis multivariat atau analisis permodelan sehingga hasil penelitian akan memperhatikan kombinasi berbagai faktor risiko yang signifikan. Masyarakat luas sendiri diharapkan dapat lebih memperhatikan dan meningkatkan kesadaran terhadap individu yang memiliki karakteristik maternal berisiko mengalami anemia dengan meningkatkan kepatuhan terhadap konsumsi suplemen zat besi.

Description

Finalisasi_Maya_9 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By