Evaluasi Interaksi Obat pada Pasien Stroke Iskemik Rawat Inap di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Stroke iskemik merupakan penyakit yang terjadi karena adanya
penyumbatan pada pembuluh darah yang membatasi suplai darah ke otak.
Kabupaten Jember termasuk ke dalam empat besar daerah dengan pasien stroke
terbanyak di Jawa Timur. Stroke iskemik memerlukan penanganan segera untuk
dapat meminimalkan efek jangka panjang dan mencegah kematian. Pengobatan
stroke iskemik mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat berpotensi
menimbulkan terjadinya Drug Related Problem (DRP). Evaluasi interaksi obat
digunakan untuk melihat perubahan efek obat akibat pemberian dua atau lebih
obat dalam satu waktu. Evaluasi interaksi obat menggunakan pendekatan DRP
dilakukan melalui klasifikasi DRP yang dikembangkan oleh Cipolle dkk (2012),
salah satunya yaitu interaksi antar obat yang berpotensi lebih banyak terjadi.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien, profil
penggunaan obat, dan hasil evaluasi interaksi obat melalui pendekatan DRP pada
pasien stroke iskemik rawat inap di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember
tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan
menggunakan desain cross sectional dan dilakukan secara retrospektif.
Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan data rekam
medis pasien. Jumlah data yang didapatkan dan memenuhi kriteria inklusi
sebanyak 163 pasien.
Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa pasien stroke iskemik
rawat inap di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember tahun 2024 didominasi
oleh laki-laki, usia rentang 45-65 tahun, status pembayaran melalui BPJS, dan
penyakit lain yaitu penyakit sistem peredaran darah. Pada profil penggunaan obat,
golongan antiplatelet dan antihipertensi paling banyak digunakan. Identifikasi
DRP pada aspek interaksi obat menggunakan drugs interaction checker di situsDrugs.com® (2025), ditemukan interaksi farmakokinetik terbanyak tingkat major
yaitu klopidogrel per oral dengan omeprazole injeksi, tingkat moderate yaitu
klopidogrel per oral dengan lansoprazol injeksi, tingkat minor yaitu atorvastatin
per oral dengan ticagrelor per oral dan interaksi farmakodinamik terbanyak
tingkat major yaitu klopidogrel per oral dengan ticagrelor per oral, tingkat
moderate yaitu aspirin per oral dengan klopidogrel per oral, serta tingkat minor
yaitu aspirin per oral dengan lansoprazol injeksi.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 24
