Pengaruh Paparan Akut Kromium Heksavalen Terhadap Kadar Kreatinin Serum Pada Tikus Wistar Jantan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Pencemaran logam berat diketahui menjadi salah satu ancaman bagi kesehatan masyarakat. Sudah banyak kasus yang dilaporkan akibat pencemaran logam berat, termasuk kromium heksavalen (Cr(VI)) yang memang banyak digunakan dalam dunia industri. Kromium heksavalen dapat menyebabkan gangguan kesehatan dengan cara menimbulkan kerusakan pada tingkat seluler, yang jika dibiarkan maka akan berlanjut sampai gangguan fungsi organ. Target kerusakan dari Cr(VI) mencakup semua organ yang ada di tubuh, termasuk ginjal. Ketika sel-sel pada ginjal mengalami kerusakan akibat paparan Cr(VI), maka fungsi-fungsi ginjal tidak dapat terlaksana secara optimal, salah satunya yaitu fungsi filtrasi, yang merupakan proses penyaringan zat-zat sisa metabolisme untuk selanjutnya dibuang melalui urin. Studi ini dilakukan guna mengetahui efek paparan akut kromium heksavalen terhadap kadar kreatinin serum pada tikus Wistar jantan. Studi ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimental murni ini vivo dengan desain penelitian berupa post-test only control group dengan sampel penelitian berupa tikus Wistar jantan. Sebanyak 30 ekor Tikus Wistar jantan akan terbagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol K (diberi aquades), kelompok perlakuan P1 (diberi paparan CrO3 dengan dosis 1 mg/KgBB), dan kelompok perlakuan P2 (diberi paparan CrO3 dengan dosis 5 mg/KgBB). Paparan dilakukan selama 7 hari dengan frekuensi sebanyak 1 kali sehari. Kadar kreatinin didapatkan dengan mengukur sampel serum dengan alat spektrofotometer menggunakan metode Jaffe. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai mean ± standar deviasi untuk setiap kelompok yaitu, kelompok kontrol = 0.879 ± 0.098, P1 = 0.769 ± 0.077, dan P2 = 0.823 ± 0.128. Secara statistik didapatkan nilai P sebesar 0.078, yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P > 0.05) antara kadar kreatinin serum pada kelompok perlakuan, baik P1 maupun P2 dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, paparan CrO3 dengan dosis sub lethal dalam durasi yang akut belum cukup kuat untuk memengaruhi kadar kreatinin serum pada tikus Wistar jantan.

Description

reupload 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By