Desain Hydraulic Fracturing pada Sumur P Berdasarkan Evaluasi Young’s Modulus, Poisson’s Ratio, serta Stress Gradient Batuan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Desain hydraulic fracturing merupakan salah satu pendekatan penting untuk meningkatkan produktivitas sumur minyak dan gas, khususnya pada formasi berpermeabilitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain hydraulic fracturing pada Sumur P yang terletak di Formasi Telisa dengan karakteristik porositas 14% dan permeabilitas 4,2 mD. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter geomekanika seperti Young’s Modulus, Poisson’s Ratio, dan Stress Gradient untuk menentukan zona kedalaman yang paling optimal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa interval kedalaman 687,7–721,2 ft (TVD) merupakan zona yang paling sesuai untuk dilakukan hydraulic fracturing, dengan nilai Young’s Modulus 390.000–600.000 psi, Poisson’s Ratio 0,33–0,38, dan Stress Gradient 0,52–0,63 psi/ft. Fluida perekah yang digunakan adalah ClearFrac, dipilih karena viskositasnya sesuai dengan karakter formasi. Proppant yang digunakan adalah badger sand 20/40 dengan konsentrasi total 42.000 lbs. Simulasi menggunakan software FRACCADE 7.0 menunjukkan hasil geometri rekahan yang optimal, dengan nilai propped fracture half-length sebesar 297,8 ft, lebar rekahan 0,16 inci, efisiensi fluida 77%, dan tekanan bersih (net pressure) sebesar 56 psi. Simulasi produksi menggunakan CMG menunjukkan peningkatan laju produksi minyak dari 35 bbl/day sebelum frakturasi menjadi 176 bbl/day sesaat setelah frakturasi, dan kemudian stabil pada kisaran 75–82 bbl/hari. Penelitian ini membuktikan bahwa desain hydraulic fracturing berbasis evaluasi geomekanika mampu meningkatkan konduktivitas formasi dan produktivitas sumur secara signifikan, serta menjaga kestabilan produksi dalam jangka panjang.
Description
Reupload file repository 2 April 2026_Ratna
