Pengaruh Kombinasi Teknik Aplikasi Azolla Dan Cekaman Garam Nacl Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Beras saat ini menjadi makanan pokok utama yang ada di Indonesia namun
produktifitas budidaya padi saat ini masih fluktuatif. Peluang peningkatan produksi
beras dapat dilakukan dengn budidaya pada lahan marginal, salah satu lahan
marginal yang bisa dimanfaatkana sebagai budidaya tanaman padi. Lahan salin di
Indonesia diperkirakan 440.300 ha dimana dengan kriteria agak salin yaitu 304.000
ha kondisi salin dapat diperparah dengan kondisi curah hujan rendah dan drainase
yang buruk yang menyebabkan kesuburan tanah bisa berkurang. Oleh karena itu
perlu adanya upaya suatu studi untuk menekan efek salin pada tanaman padi supaya
dapat meningkatkan toleransi tanaman pada cekaman salin melalui pemberian
bahan pembenah tanah yaitu dengan pengaplikasian azolla. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengidentifikasi respon Komponen vegetatif, fisiologi, generatif dan
hasil tanaman padi pada aplikasi pembenah tanah azolla pada tingkat cekaman
NaCl.
Percobaan penelitian dilakukan di rumah plastik jl. Parangtritis Antirogo
Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Pada bulan Oktober 2018 sampai
dengan Februari 2019 dengan ketinggian tempat 69 meter diatas permukaan laut.
Percobaan ini dilaksanankan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dengan dua faktor perlakuan dengan faktor pertama adalah aplikasi azolla
yaitu lapisan penutup tanah, dibenamkan, pengomposan dan faktor kedua adalah
Tingkat cekaman garam NaCl yaitu kontrol DHL 0 dS/m, 2 dS/m, 4 dS/m dan 8
dS/m dengan kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis dengan
menggunakan uji F(anova) dan uji jarak berganda duncan (α,5%). Variabel
pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang daun, lebar daun,
diameter batang bawah, umur berbunga, umur panen, jumlah malai per tanaman,
panjang malai, kehijauan daun (SPAD), kerapatan stomata, kandungan prolin,
panjang akar, berat basah akar, berat kering akar, berat basah brangkasan,
berat kering brangkasan, jumlah gabah per malai, jumlah gabah berisi per malai,
jumlah gabah hampa per malai, presentase gabah hampa per malai (%), bobot
kering giling per rumpun, dan indeks panen.
Berdasarkan hasil dan pembahasan, terdapat perubahan terhadap
pertumbuhan vegetatif tanaman yaitu pada tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang
daun, lebar daun, umur berbunga, umur panen, jumlah malai per tanaman, panjang
malai, klorofil daun, kandungan prolin, kerapatan stomata, panjang akar, berat
brangkasan basah, berat brangkasan kering, berat basah akar, berat kering akar,
jumlah baha per malai, jumlah gabah berisi per malai, bobot kering giling per malai,
peubah indeks panen sebagai respon adaptasi tanaman padi terhadap cekaman
salinitas. Perlakuan salinitas 2 dS/m dapat meningkatkan jumlah anakan pada usia 4,6
dan 8 MST, sedangkan pada Komponen generatif perlakuan 2 dS/m menunjukkan
usia berbunga dan panen menjadi yang paling cepat juga meningkatkan jumlah
malai pertanaman selain itu meningkatkan panjang akar dan berat kering
brangkasanan. Namun pada Komponen indeks panen semakin meningkatnya
cekaman salinittas akan menurunkan indeks panen.
Sedangkan untuk aplikasi azolla belum terlalu efektif untuk meningkatkan
adaptasi tanaman padi yang dibudidayakan pada kondisi tercekam salinitas. Dari
hasil pengamatan menunjukkan azolla yang paling baik diaplikasikan dengan cara
dikomposkan karena pada kondisi cekaman salinitas menunjukkan jumlah gabah
bernas per malai lebih banyak daripada perlakuan dibenamkan dan sebagai penutup
lapisan tanah.
Description
Reupload Repositori File 13 April 2026_Kholif Basri
