Eksplorasi Etnosains Batik Gajah Oling Banyuwangi pada Materi IPAS di Sekolah Dasar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini mengkaji eksplorasi etnosains Batik Gajah Oling Banyuwangi
dan keterkaitannya dengan materi IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di
Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum
Merdeka mendorong pembelajaran yang holistik dan kontekstual, termasuk
pengenalan nilai budaya. IPAS sendiri mengkaji makhluk hidup dan benda mati
serta interaksinya, juga kehidupan manusia sebagai individu dan makhluk sosial,
sehingga peserta didik dapat memahami permasalahan lingkungan alam dan sosial
secara mendalam. Penanaman nilai budaya tidak hanya terbatas pada ilmu sosial,
tetapi juga dapat dilakukan dalam pembelajaran sains dan matematika,
menjadikan IPAS sebagai pelajaran integratif. Namun Pra-penelitian di SDN 2
Gintangan Banyuwangi mengungkapkan kurangnya integrasi budaya lokal, seperti
Batik Gajah Oling, dalam materi pembelajaran, meskipun proses pembuatannya
mengandung unsur sains. Hal ini mendorong penelitian untuk mengkaji kaitan
etnosains Batik Gajah Oling dengan materi IPAS di sekolah dasar, memanfaatkan
etnosains sebagai jembatan antara pengetahuan lokal dan sains ilmiah untuk
memperkaya pembelajaran
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengintegrasikan
keterkaitan eksplorasi etnosains Batik Gajah Oling Banyuwangi pada materi IPAS
di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif,
yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan secara luas, mendalam,
dan komprehensif. Lokasi penelitian meliputi SD Negeri 2 Gintangan, SD Negeri
1 Sukonatar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, serta
sanggar batik Tatzaka dan sanggar batik Surongganti, yang dilakukan pada bulan
Mei hingga Juni 2025. Subjek penelitian terdiri dari guru SD, kepala sekolah,
pengrajin batik, dan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Banyuwangi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan
dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metodologi Miles, Huberman, dan
Saldana (2014) meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil integrasi etnosains Batik Gajah Oling Banyuwangi dengan materi
IPAS di SD belum terealisasi secara formal. Meskipun guru menyadari potensinya
dalam mata pelajaran muatan lokal, pembahasan aspek sainsnya masih kurang
mendalam. Hal ini terutama disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan guru
tentang etnosains dan minimnya bahan ajar yang relevan. Eksplorasi mendalam
menemukan kaitan etnosains Batik Gajah Oling dengan materi IPAS, baik dari
aspek historis maupun tahapan proses pembuatannya. Secara historis, Motif sulur
pakis purba, tanaman endemik dan makanan pokok masyarakat Osing,
berhubungan dengan materi tumbuhan paku pada IPAS kelas 6 semester 1. Selain
itu, motif daun dilem pada Batik Gajah Oling Banyuwangi merupakan jenis
tumbuhan dikotil. Konsep sains dapat ditemukan hampir di setiap tahapan
pembuatan batik seperi: Dalam persiapan kain katun dan tembaga untuk
membatik, terdapat konsep sains seperti kapilaritas pada katun dan sifat konduktor
pada tembaga. Proses pembuatan pola melibatkan transmisi cahaya dan perubahan
energi. Saat peleburan malam, terjadi proses mencair. Pencetakan pola
memanfaatkan perubahan wujud benda membeku, kapilaritas, kalor, dan sifat
konduktor. Pada tahap pewarnaan, sifat kapilaritas kain berperan, dan waterglass
yang bersifat basa digunakan untuk penguncian warna. Terakhir, penghilangan
malam (lorot) melibatkan konsep mencair, gaya apung, dan massa jenis.
Perendaman kain terdapat konsep sains kalor atau perpindahan panas. dan
penjemuran terdapat konsep sains penguapan dan matahari sebagai sumber energi
panas. Hanya proses pengemasan yang tidak mengandung konsep sains.
Kesimpulannya, terdapat kaitan yang kuat antara etnosains Batik Gajah Oling
Banyuwangi dengan materi IPAS di sekolah dasar, baik pada aspek historis
maupun tahapan proses pembuatannya. Oleh karena itu, rekomendasi penelitian
ini yaitu adanya tindak lanjut untuk melanjutkan penelitian terkait pengembangan
bahan ajar etnosains Batik Gajah Oling Banyuwangi ke `dalam materi IPAS di
sekolah dasar.
Description
Reupload Repository 6 Februari 2026_Hasim
