Uji Ex Vivo dan In Silico Ekstrak Metanol Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) Sebagai Antimalaria

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Farmasi

Abstract

Keanekaragaman hayati mencakup variasi makhluk hidup dan lingkungannya yang penting untuk keseimbangan ekologi, dimana tumbuhan memiliki metabolit sekunder dengan manfaat farmakologis yang telah digunakan sebagai obat sejak zaman kuno dan menjadi acuan farmakologi modern. Indonesia sebagai negara kaya biodiversitas memiliki 2.848 spesies tanaman obat tradisional tercatat dalam RISTOJA, termasuk 340 tanaman antimalaria, namun banyak yang belum tervalidasi. Malaria yang disebabkan parasit Plasmodium (terutama P. falciparum di Indonesia) dan ditularkan nyamuk Anopheles merupakan ancaman kesehatan global yang signifikan. Salah satu tanaman obat adalah Sungkai (Peronema canescens Jack) yang digunakan masyarakat Kalimantan, Lampung, Sumatera, dan Kepulauan Riau untuk mengobati berbagai penyakit termasuk malaria dengan merebus kulit pohon atau menggunakan daunnya, khususnya untuk malaria di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan. Akan tetapi, potensi daun sungkai sebagai antimalaria masih memerlukan penelitian dan validasi lebih lanjut. Berdasarkan hal tersebut penelititian ini melakukan uji ex vivo, metabolite profilling serta uji in silico pada ekstrak metanol daun sungkai (P. canescens) dengan tujuan untuk menentukan aktivitas antimalaria yang dinyatakan dalam nilai persentase inhibisi, senyawa terkandung dan nilai afinitas pengikatan serta prediksi interaksi dari senyawa metabolit sekunder ekstrak metanol daun sungkai (P. canescens). Penelitian diawali dengan mengekstraksi daun sungkai (P. canescens) menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol. Kemudian dilakukan uji ex vivo pada mencit jantan galur Balb/C yang terinfeksi Plasmodium berghei wild type dengan pirimetamin sebagai kontrol positif. Selanjutnya dilakukan metabolite profiling menggunakan metode GC-MS (gas chromatography - mass spectrometry) dengan menginjeksikan sampel yang telah diderivatisasi menggunakan reagen MSTFA pada kolom kapiler TG-5MS dengan proses pemisahan pada pengaturan suhu bertahap. Hasil metabolite profilling, berupa senyawa metabolit sekunder tanaman, dilakukan uji in silico menggunakan metode molecular docking pada lima protein target yaitu PfLDH (ID:1CET), PfMyoA (ID:8CDQ), PfapPOL (ID:7SXL), PfDHODH (ID:3I65), dan PfSpdS (ID:2PT9) dengan klorokuin sebagai kontrol positif. Hasil uji ex vivo aktivitas antimalaria ekstrak metanol daun sungkai (P. canescens) menunjukkan nilai persentase inhibisi sebesar 83,81% dengan konsentrasi 100 µg/ml. Metabolite profilling menggunakan metode GC-MS berhasil mengidentifikasi sebanyak 242 senyawa, yang terdiri atas metabolit primer, metabolit sekunder, serta sejumlah kontaminan. Metabolit sekunder yang terdeteksi mencakup berbagai golongan senyawa bioaktif, termasuk terpenoid, flavonoid, alkaloid, fenolik, lignan, poliketida, karotenoid, turunan asam lemak, dan turunan gula. Selanjutnya, hasil uji in silico terhadap senyawa-senyawa metabolit sekunder menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa memiliki afinitas pengikatan yang tinggi terhadap target protein, dengan didominasi oleh senyawa dari golongan terpenoid. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak metanol daun sungkai (P.canescens) memiliki potensi aktivitas antimalaria yang kuat, dan senyawasenyawa yang menunjukkan afinitas tinggi terhadap target protein dapat dipertimbangkan sebagai kandidat inhibitor yang menjanjikan untuk dikembangkan menjadi obat antimalaria.

Description

Reupload Repository Maya 25 Maret 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By